Kamis, 31 Juli 2014

Prof Higgs bicara soal "Partikel Tuhan"

Minggu, 8 Juli 2012 11:20 WIB | 10.716 Views
Prof Higgs bicara soal
(REUTERS/NASA)
Jakarta (ANTARA News) - Rabu lalu, para ilmuwan Eropa berhasil menemukan apa yang disebut dengan Higgs Boson atau Partikel Higgs atau Partikel Tuhan.

Tetapi Peter Higgs, fisikawan Inggris yang teori-teorinya mengantarkan pada penemuan partikel baru ini, mengaku tidak tahu pasti aplikasi praktis apa yang bisa dilakukan setelah penemuan ini.

Prof Peter Higgs mengatakan partikel yang sering disebut "Partikel Tuhan" dan menjadi blok pembangun semesta ini hanya punya usia waktu satu per sejuta per sejuta per sejuta per sejuta detik, lapor koran Inggris, The Telegraph.

Dia menyatakan nama "Partikel Tuhan" itu hanya candaan kaum akademisi yang sebelumnya menamai partikel ini dengan "Partikel Terkutuk" karena begitu sulitnya partikel ini ditemukan.

Fisikawan berusia 83 tahun ini menyampaikan keterangan pers pertamanya sejak penemuan Higgs Boson pekan ini di Large Hadron Collider, Jenewa.

Higgs Boson atau Partikel Higgs membantu menerangkan bagaimana partikel-partikel fundamental memperoleh massanya, faktor yang membuat partikel-partikel ini bisa mengikat satu sama lain dan membentuk bintang-bintang serta planet-planet.

Berbicara di Universitas Edinburgh di mana dia mempublikasikan teorinya mengenai keberadaan boson pada 1964, dia berkata: “Partikel ini berputar dalam waktu sangat pendek.  Mungkin hanya sepersejuta sepersejuta sepersejuta sepersejuta detik. Saya tidak tahu bagaimana Anda menerapkannya untuk hal apapun yang bermanfaat."

"Itu cukup sulit diluruhkan dengan partikel-partikel yang usianya lebih panjang sehingga partikel ini kecil manfaatnya. Beberapa darinya yang waktu hidupnya mungkin hanya sepersejuta detik atau sejenisnya bisa digunakan untuk aplikasi medis.

Namun Alan Walker, kolega sang fisikawan dari fakultas fisika dan astronomi universitas sama, mengungkapkkan ada sejumlah ketidakmenentuan manakala elektron itu ditemukan.

Prof Higgs mengaku tak pernah menyangka "Partikel Tuhan" bisa ditemukan sejak 48 tahun lalu kala dia pertama kali mempublikasikan teorinya yang didasarkan pada skeptisme masyarakat ilmuwan itu.
 
Tapi dia membenarkan telah dihubungi oleh Prof Stephen Hawking yang mengaku kalah bertaruh 100 dolar AS mengenai keberadaan partikel itu. "Sangat menyenangkan akhirnya suatu waktu saya ternyata benar," kata Higgs.

Dia  menilai ganjil penamaan partikel itu dengan nama seorang ilmuwan.  Dia mengusulkan partikel itu dinamai lagi sebagai partikel ‘H’.

Higgs mungkin mendapat Hadiah Nobel, namun Komite Nobel kebingungan karena ada lima ilmuwan yang berkontribusi untuk penemuan ini, padahal Nobel biasanya diberikan kepada tim beranggota maksimal tiga orang.

Prof Higgs sendiri menyerahkan semua ini kepada Komite Nobel.

Dia berkata, “Keberadaan partikel ini begitu krusial dalam memahamai bagaimana hal lain dari teori ini bekerja.” Namun Richard Kenway, profesor fisika matematik pada Tait, menyebut Higgs Boson "potongan terakhir dari mozaik” untuk memahami partikel-partikel dasar yang proporsinya hanya empat persen dari semesta.

Q&A

Apa yang baru ditemukan?
Dua tim ilmuwan dari CERN Eropa telah mengumumkan penemuan sebuah partikel baru yang konsisten dengan teori-teori mengenai Higgs Boson. Kendati mereka belum bisa memastikan itu Partikel Higgs, kebanyakan ilmuwan tidak ragu mengatakan bahwa partikel itu akhirnya terungkap.

Artinya apa ini?
Penemuan Higgs Boson membuktikan keberadaan Medan Higgs, yaitu kekuatan yang memberi partikel-partikel fundamental yang menjadi blok pembangun semesta ini massa yang dibutuhkannya.  Tanpa massa, partikel-partikel itu hanya berpendar di alam semesta dalam kecepatan cahaya dan tidak pernah membentuk bintang-bintang dan planet-planet.  Partikel ini juga adalah jejak terakhir yang hilang dalam Model Fisika Standard yang menjelaskan komposisi semesta.

Aplikasi praktisnya apa?
Dalam waktu dekat sih tidak ada. Tujuan riset ini hanya mengungkap salah satu misteri terbesar semesta dan mencari pemahaman lebih jauh mengenai sains. Namun para pakar sangat yakin penemuan ini sangat penting bagi masa depan riset karena memberi terobosan-terobosan baru. (*)

Penerjemah: PR Wire

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga