Jakarta (ANTARA News) - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menuduh Amerika Seikat dan sekutu-sekutunya menentang pemerintah Bashar dengan tujuan untuk menguasai Timur Tengah dan mendukung Israel.

"Musuh-musuh utama... sedang berusaha menghidupkan kembali dominasi atas kawasan itu dan menyelamatkan rezim pendudukan dari kehancuran," kata pemimpin Iran itu menjelang pertemuan Sahabat-Sahabat Suriah di Paris Jumat yang menghimpun sekitar 100 negara.

"Amerika sedang berusaha hanya untuk kepentingan mereka dan adalah hak rakyat kawasan itu, termasuk rakyat Suriah untuk memutuskan secara bebas nasib mereka sendiri dan pihak lain tidak memberlakukan tuntutan tuntutannya terhadap mereka," katanya.

Menjelang pertemuan Sahabat-Sahabat Suriah di Paris, pihak Rusia dan China mengatakan terserah pada rakyat Suriah untuk memutuskan nasib Bashar. Kedua negara itu mengambat tindakan dalam Dewan Keamanan PBB terhadap pemerintah Bashar. Demikian diberitakan AFP yang dipantau oleh ANTARA News di Jakarta, Ahad.

Tetapi AS menekankan Bashar harus mundur sebagai bagian dari satu solusi. Washington juga berkeberatan Iran ikut serta dalam pertemuan Jenewa, yang mengkibatkan Iran tidak diajak.

Iran adalah sekutu utama regional Bashar memasok Suriah dengan bantan kemanusiaan dan keuangan.Beberapa laporan Iran dan AS mengatakan personil militer Iran berada di Suriah untuk membantu menumpas kelompok oposisi, kendaitpun Iran secara resmi membantah laporan-laporan itu.

Sementara itu utusan PBB- Liga Arab untuk krisis Suriah, Kofi Annan, menyatakan dongkol ketika Rusia dan Iran disebut sejumlah negara sebagai penghambat perdamaian," tidak banyak mengatakan tentang negara-negara lain yang mengirim senjata, uang dan hadir di lapangan."

(E012)