Rabu, 22 Oktober 2014

Parade bunga bale pecahkan rekor MURI

| 3.183 Views
id festival budaya melayu agung, parade bunga bale, rekor muri
Medan (ANTARA News) - Sebanyak 2.000 set bunga bale yang digelar dalam sebuah parade menyemarakkan Festival Budaya Melayu Agung di Medan, Minggu, memecahkan Museum Rekor Indonesia atau MURI.

Produk kerajinan makanan khas adat budaya Melayu itu diusung oleh ribuan peserta dari halaman Istana Maimon menuju pusat lokasi Festival Budaya Melayu Agung di Lapangan Merdeka Medan.

Parade bale erisi pulut kuning dan rangkaian bunga sintetis berisi telur tersebut dibawa masing-masing oleh camat, lurah, dan sejumlah pejabat yang berpakaian adat Melayu Deli dari jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Medan.

Bale biasanya digunakan untuk upacara-upacara adat tradisional Melayu, antara lain pernikahan, melamar calon pengantin, khitanan, khataman Al Quran, aqiqah, dan berbagai seremonial lainnya.

Selain meraih rekor MURI untuk parade bunga bale terpajang, penghargaan serupa juga diperoleh Pemkot Medan atas karya mozaik telur terbesar.

Mozaik telur dengan lebar tiga meter dan tinggi lima meter yang terbuat dari 8.000 butir kulit telur karya para seniman yang tergabung dalam The Amazing Egg tersebut dipanjang di Lapangan Merdeka Medan selama acara Festival Budaya Melayu Agung sejak 6 Juli hingga 9 Juli 2012.

Sertifikat MURI untuk bale terbanyak dan mozaik telur terbesar diserahkan salah seorang pengurus Yayasan MURI kepada Wali Kota Medan Rahudman Harahap.

Pada kesempatan itu Rahudman mengatakan bahwa parade budaya yang digelar dalam rangka Festival Budaya Melayu Agung merupakan bagian dari komitmen Pemkot Medan untuk turut proaktif melestarian budaya Melayu sebagai bagian dari aset budaya nasional.

Dia berharap kirab budaya itu bisa memberikan hiburan yang sehat, edukatif, dan bernilai kultural kepada masyarakat.

"Kirab budaya ini juga melambangkan tingginya semangat kebersamaan yang terjalin antar sesama para pejabat di lingkungan Pemkot Medan dan Pemkot Medan dengan masyarakat," ujarnya.

Semangat kebersamaan dan sinergitas antara jajaran Pemkot Medan dan masyarakat yang telah berjalan harmonis selama ini perlu terus ditumbuhkembangkan untuk menjadikan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Wali Kota Medan juga mengingatkan bahwa budaya Melayu merupakan bunga rampai dari sejarah panjang peradaban yang tumbuh dan berkembang di pesisir timur Sumatera.

Salah satu wilayah peradaban Melayu di Sumatera adalah Kota Medan atau sering disebut sebagai Tanah Deli yang sebelum Kemerdekaan RI merupakan pusat Kesultanan Deli. (ANT197)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga