Jumat, 31 Oktober 2014

Apa itu kitin dan kitosan?

| 7.102 Views
id penelitian perikanan, limbah udang, limbah ranjungan, kitooligosakarida, kitin, kitosan, tanaman sawit
Apa itu kitin dan kitosan?
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Dedhez Anggara)
kitosan telah diijinkan dan digunakan di Jepang
Jakarta (ANTARA News) - Menurut glosarium kelautan dan perikanan yang dikeluarkan oleh Badan Litbang Kelautan dan Perikanan, kitin (chitine) adalah sejenis karbohidrat tak larut yang terdapat pada rangka luar serangga dan arthropod lain. Kitin juga terdapat di dinding sel algae.

Sedangkan kitosan adalah kitin dalam bentuk terdeasetilasi yang memiliki sifat lebih baik ketimbang kitin dalam hal kelarutan dan sifat fungsionalnya.

Kitin secara alami terdapat di kulit udang, krustasea, dan serangga dalam bentuk protein, mineral, ataupun materi lain. Kitin juga terdapat di zooplankton yang keberadaannya di laut sangat tinggi.

Sedangkan kitosan secara alami terdapat di dalam dinding sel kapang atau jamur (fungi) dan pada serangga.

Untuk mendapatkan kitosan yang mudah larut air, maka kitosan dapat dipotong dalam rangkaian yang lebih pendek disebut sebagai kitosan oligomer atau kitooligosakarida.

Keuntungan lain dengan memotong kitosan adalah aktivitas biologisnya yang lebih baik, karena gugus aktif yang dimiliki bertambah.

Salah satu permasalahan komersialisasi kitosan dan produk turunannya adalah masalah legalitas. Sebagai bahan pengawet produk pangan, kitosan telah diijinkan dan digunakan di Jepang dan negara asia lainnya.

Sedangkan di negara-negara barat, produk ini hanya diijinkan sebagai bahan pembantu pengolahan dan tidak dapat digunakan secara langsung sebagai pengawet.

Penggunaan kitosan di Indonesia dalam produk makanan telah diatur sebagai bahan baku dalam produk pangan tetapi tidak tergolong sebagai pengawet produk pangan. Kitosan tidak diklaim memiliki kandungan gizi.
(E012)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga