Jumat, 24 Oktober 2014

Pendapatan industri asuransi kuartal pertama naik 37 persen

| 1.270 Views
id pendapatan, asuransi jiwa, asosiasi asuransi jiwa indonesia
Jakarta (ANTARA News) - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengklaim pendapatan 44 perusahaan anggotanya sepanjang kuartal pertama -2012 mencapai Rp33,1 triliun, tumbuh 37,1 persen dari periode yang sama 2011 yang senilai Rp24,1 triliun.

Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim, mengungkapkan bahwa dari total pendapatan itu, pendapatan premi menjadi kontributor terbesar, mencapai Rp24,3 triliun, naik 14,8 persen dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp21,1 triliun.

"Sisanya dikontribusikan dari investasi senilai Rp8,3 triliun, klaim reasuransi sebesar Rp337,1 miliar dan pendapatan lain-lain sebesar Rp151,1 miliar," kata Hendrisman pada konferensi pers Kinerja Asuransi Jiwa Nasional kuartal I-2012 di Jakarta, Senin.

Hendrisman menambahkan pendapatan premi produksi baru (new business premium) juga tercatat mengalami peningkatan 12,1 persen menjadi Rp16,6 triliun dari Rp14,8 triliun.

"Dari angka ini, premi tradisional tetap mempertahankan pertumbuhannya dengan menyumbang premi baru sebesar Rp8,8 triliun atau naik 58 persen jika dibandingkan dengan kuartal I-2011 yang senilai Rp5,5 triliun," tambahnya.

Sementara unit link pada bisnis baru mencatat penurunan hingga 15,2 persen, yaitu dari posisi Rp9,2 triliun menjadi Rp7,8 triliun.

"Ini dipicu penurunan penjualan produk unit link premi tunggal, sementara produk unit link premi reguler masih mengalami pertumbuhan," terangnya.

Sementara untuk sumbangan pendapatan premi tercatat mencapai Rp7,7 triliun, naik 20,9 persen dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp6,4 triliun. Unit link dari premi lanjutan tercatat sebesar Rp4,4 triliun, tumbuh 31 persen jika dibandingkan dengan kuartal I-2011 yang sebesar Rp3,4 triliun.

Di sisi lain, lanjut Hendrisman, fungsi proteksi dari industri asuransi juga berjalan baik. Hal ini jika merujuk pada data klaim yang dibayarkan perusahaan asuransi jiwa, yang secara nasional mencapai Rp14,5 triliun atau meningkat 27,2 persen dibandingkan periode yang sama 2011 yang senilai Rp11,4 triliun.

"Jadi industri asuransi tidak hanya rajin meraup premi dari nasabah, namun juga memenuhi kewajibannya jika ada klaim yang diajukan," paparnya.

(KR-IAZ)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga