Kamis, 2 Oktober 2014

Pasokan gas diutamakan untuk industri jelang Ramadhan

Senin, 9 Juli 2012 22:02 WIB | 1.924 Views
Pasokan gas diutamakan untuk industri jelang Ramadhan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik (FOTO ANTARA)
"Alokasi gas memang dialokasikan sesuai kebutuhan karena pasokan yang terbatas. Seperti menyambut Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan barang melonjak,"
Medan (ANTARA News) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengakui, dewasa ini, pengalokasian gas diutamakan untuk industri karena mendekati bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang membuat permintaan berbagai barang meningkat

"Alokasi gas memang dialokasikan sesuai kebutuhan karena pasokan yang terbatas. Seperti menyambut Ramadhan dan Idul Fitri, alokasi gas diinstruksikan diutamakan untuk kepentingan industri menyusul naiknya produksi untuk memenuhi permintaan berbagai barang yang melonjak," katanya di Medan, Senin.

Dia mengatakan itu menjawab pertanyaan wartawan tentang masih terus berkurangnya pasokan gas di daerah tersebut di tengah peresmian power plant Biomassa yang diproduksi PT Growth Asia di Kawasan Industri Medan (KIM) III.

Melihat masih besarnya kebutuhan gas dan listrik di dalam negeri itu pulalah, kata Jero Wacik, maka pemerintah terus berupaya mengajak investor membangun pembangkit listrik berskala besar maupun kecil.

Kementerian ESDM sendiri, kata dia, berkeyakinan bisa merealisasikan proyek pembangkit listrik 10.000 mega watt (MW) dalam dua tahun sejak 2012 atau di tahun 2014.

Untuk kemudian, kata dia, tahun selanjutnya juga bisa membangun pembangkit dengan total yang sama atau 10.000 MW lagi.

Selain untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri yang terus naik, kata dia, juga dimaksudkan agar beban subsidi dalam APBN yang dewasa ini sebesar Rp300 triliun lebih masing-masing Rp100 triliun untuk listrik dan Rp200 triliun lebih untuk bahan bakar minyak (BBM) bisa berkurang.

"Jadi memang harus terus ada penambahan energi dengan energi baru dan terbarukan seperti PLTU Biomassa yang berhasil di buat anak usaha PT Growth Steel Group di Medan yakni PT.Growth Asia," katanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adiyaksa, mengatakan dewasa ini, perusahaan berbagai barang memang memerlukan pasokan gas dan listrik yang lebih besar untuk meningkatkan produksi .

Peningkatan produksi, kata dia, menyusul naiknya permintaan untuk bulan puasa atau Ramadhan dan Idul Fitri.

"Pasokan gas dan listrik sama pentingnya bagi pengusaha. Selain pasokan, pemerintah juga harus mempertimbangkan soal harga jual khususnya gas yang untuk Sumut dinilai lebih mahal dari di Jawa," katanya.
(E016/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga