Sabtu, 1 November 2014

Pemerintah keluarkan peraturan pengolahan sampah untuk energi

| 6.326 Views
id sampah energi, menteri esdm, jero wacik
Pembuatan peraturan itu mengacu pada keberhasilan PT Growth Asia di Medan yang berhasil membuat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Biomassa yang terbuat dari limbah seperti cangkang sawit, jerami, dan lannya,
Medan (ANTARA News) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Jero Wacik menyebutkan pihaknya segera mengeluarkan peraturan tentang harga jual yang lebih mahal untuk pembangkit listrik yang terbuat dari sampah perkotaan.

"Pembuatan peraturan itu mengacu pada keberhasilan PT Growth Asia di Medan yang berhasil membuat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Biomassa yang terbuat dari limbah seperti cangkang sawit, jerami, dan lannya," katanya di Medan, Senin.

Proyek power plant Biomassa 2x15 megawatt (MW) itu dibiayai PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan total untuk tujuh proyek serupa sekitar Rp575 miliar.

Dengan power plant Biomassa itu, Growth Asia, bukan saja berhasil memenuhi kebutuhan energi di perusahaannya, melainkan juga menjual ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Keberhasila Growth Asia, kata Menteri ESDM itu, harus menjadi contoh baik dalam menjalankan program pemerintah yang berupaya menekan anggaran subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) dan listrik, menekan pencemaran dengan mengurangi efek rumah kaca, serta penanganan sampah perkotaan.

Kementerian ESDM akan segera menghitung-hitung harga beli pembangkit listrik yang diolah dari sampah perkotaan dan membuat peraturan tentang itu sehingga semua pengusaha dan masyarakat tertarik membuat power plant dari limbah itu, katanya.

"Bank lain juga diminta mengikuti jejak BCA yang mau membiayai power plant dari limbah dan skala kecil," katanya usai meresmikan PLTU Biomassa 2x15 MW milik Growth Asia di Kawasan Industri Medan (KIM) III.

Dewasa ini saja, kata dia, Biomassa dihargai oleh PLN sudah Rp975,00 per kwh dari sebelumnya Rp600,00 per kwh.

"Kalau semua masyarakat mau dan bisa mengolah sampah menjadi pembangkit, tentunya dampaknya semakin meluas," ujarnya.

Bukan saja, Indonesia bebas dari krisis energi, beban subsidi tidak ada lagi dan industri bertumbuh, melainkan juga masalah sampah yang selama ini menjadi permasalahan besar bagi pemerintah provinsi, pemerintah kota dan kabupaten menjadi tidak ada lagi.
(E016/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga