Sabtu, 20 Desember 2014

Matangkan angkutan lebaran untuk migrasi jutaan orang

| 2.548 Views
id angkutan lebaran, migrasi jutaan orang
Matangkan angkutan lebaran untuk migrasi jutaan orang
Sejumlah pemudik bersiap menaikkan barang-barang bawaannya ke dalam bus di terminal Lebak Bulus, Jakarta, Senin (14/9). Awak bus dan petugas terminal mengatur persiapan angkutan Lebaran sebelum keberangkatan para pemudik yang rata-rata dijadwalkan pada malam hari. (ANTARA/Rosa Panggabean)
...segera mengkoordinasikan dengan jajaran kepolisian lalu lintas, jasa raharja dan Organda untuk persiapan angkutan lebaran baik AKDP maupun AKAP.
Padang (ANTARA News) - Direktur Jenderal Pehubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suroyo Alimoesa meminta daerah agar mempersiapkan secara matang angkutan lebaran, guna mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas.

Antisipasi dilakukan, agar tidak menimbulkan hambatan lalu lintas pada beberapa ruas jalan selama angkutan mudik dan balik lebaran 2012, kata Suroyo Alimoesa dalam pemaparannya pada hari pertama pertemuan pembinaan penyelenggaraan angkutan umum di Sumbar, di Padang, Senin.

Menurut dia, beberapa hal penting yang harus mendapat perhatian dan ditindaklanjuti pemerintah daerah sebagai kesiapan angkutan lebaran mendatang.

Langkah yang utama, melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan orang dan barang, baik di terminal penumpang, terminal barang maupun pada unit pengujian kendaraan bermotor dan unit pelaksana penimbangan.

Selain itu, perlu pemeriksaan kondisi prasarana jalan dan menentukan jalur alternatif jika terjadi hambatan lalu lintas saat angkutan lebaran, serta memprioritaskan kelancaran arus barang dan orang, bahkan menambah armada apabila diperlukan.

Selanjutnya, berkoordinasi dengan berbagai instansi demi kelancaran arus barang dan orang serta perlu menyiapkan jalur distribusi kalau terjadi bencana tanah longsor dan bencana alam lainnya.

"Kita minta instansi berwenang di daerah, agar melakukan penyuluhan kepada perusahaan angkutan umum, terkait kesiapan sarana angkutan yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang memenuhi aspek keselamatan," katanya.

Menurut dia, perusahaan angkutan umum di daerah perlu memperhatikan, diantaranya pemenuhan kewajiban dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, ketersedian armada, kebijakan tarif dan penggunaan tiket yang sesuai dengan ketentuan serta memantau pemberlakukan tarif serta kelaikan.

Menyinggung kebijakan tarif angkutan umum untuk Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) kelas pelayanan ekonomi berdasarkan Permenhub Nomor KM. 1 tahun 2009, sehingga Pemberlakuan tarif AKDP, angkutan Perkotaan dan Angkutan Pedesaan agar menyesuaikan.

Menurut dia, kebijakan tarif tersebut masih relevan karena kondisi operasional angkutan umum saat ini memiliki tingkat faktor beban (load faktor) relatif rendah.

Kondisi itu, karena masih tingginya tingkat persaingan dengan moda transportasi udara dan kerata api, akibatnya lemah daya beli masyarakat terhadap angkutan umum dan ditambah tingginya penggunaan sepeda motor dan mobil pribadi.

Justru itu, pelayanan non ekonomi tarif berlaku diserahkan pada mekanisme pasar, namun pengusaha angkutan diwajibkan untuk mengumumkan besaran yang diberlakukan.

"Perusahaan angkutan juga harus mencetak dan menstempel besaran tarif pada tiket dan melaporkan kepada pemberi izin," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Mudrika menambahkan, pihaknya akan menambah personel pada titik ruas jalan yang diprediksi menimbulkan hambatan angkutan lebaran.

Namun, menjelang dan selama ramadhan akan dilakukan pemetaan ruas-ruas jalan yang potensi menimbulkan kemacetan serta jalur alternatif.

"Kita segera mengkoordinasikan dengan jajaran kepolisian lalu lintas, jasa raharja dan Organda untuk persiapan angkutan lebaran baik AKDP maupun AKAP. Pertemuan ini bagian dari persiapkan menjelang ramadhan 1433 hijriah," katanya.

Data Dishub Sumbar, kebutuhan armada AKDP sebanyak 3.408 unit, tapi baru dilayani 1.874 unit atau baru 54,99 persen untuk jumlah 181 lintasan. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga