Rabu, 20 Agustus 2014

AS alami cuaca terpanas

Selasa, 10 Juli 2012 10:51 WIB | 6.400 Views
AS alami cuaca terpanas
Suhu Washington DC, AS, kembali mendekati 38 derajat Celsius, sementara listrik di 600.000 rumah sepanjang Ohio-Virginia padam setelah badai hebat, membuat anak-anak mendinginkan diri diantara semprotan air di Lincoln Memorial.(REUTERS/Jason Reed)
Jakarta (ANTARA News) - Dalam satu tahun terakhir Amerika Serikat (AS) mengalami cuaca terpanas sejak pencatatan data cuaca dilakukan tahun 1895.

Menurut Badan Kelautan dan Atmosfer AS ( National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA), rata-rata suhu AS bulan Juni 71,2 derajat Fahrenheit (21,8 derajat Celsius) atau 2 derajat Fahrenheit melebihi rata-rata suhu abad ke-20.

Suhu selama Juni 2012 memberikan kontribusi pada rekor setengah tahun terpanas dan periode 12 bulan terakhir terpanas sejak pencatatan dilakukan tahun 1895.

Menurut Pusat Data Iklim Nasional NOAA, lebih dari 170 rekor cuaca panas yang tercatat sepanjang masa terpecahkan pada Juni lalu.

Ilmuwan NOAA, Jake Crouch, mengatakan perubahan iklim mungkin berperan pada kondisi tersebut namun "sulit untuk langsung menunjuk perubahan iklim sebagai faktor pendorong."

"Apa yang terjadi selama tahun 2012 tepat seperti yang kita bayangkan dari perubahan iklim," katanya kepada kantor berita Reuters.

Setelah 10 hari berturut-turut suhu mencapai tiga digit, gelombang udara dingin sekitar  15 derajat Fahrenheit (9,5 derajat Celsius) bergerak melewati Atlantik Selatan dan Tengah.

Sabtu lalu, temperatur Washington DC mencapai 105 derajat Fahrenheit (40,5 derajat Celsius) dan St. Louis, Missouri, mencapai 107 derajat Fahrenheit (41,6 derajat Celsius).

Gelombang panas di AS dilaporkan menerlan 46 korban jiwa. Kebanyakan korban merupakan usia lanjut yang terjebak di rumah tanpa pendingin ruangan karena listrik padam.

(nta)


Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga