Teheran (ANTARA News) - Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad di depan lebih dari 300 Muslimah dari 85 negara, termasuk dari Indonesia, mengatakan perempuan mempunyai peran penting dan sangat berpengaruh khususnya untuk pembangunan sosial.

"Jika perempuan bangkit, maka seluruh masyarakat bangkit," kata Ahmadinejad pada pidato pembukaan Konferensi Internasional Tentang Perempuan dan Kebangkitan Islam, di Teheran, Iran, Selasa.

Presiden Iran memuji perempuan sebagai manifestasi kebesaran dan kesempurnaan Tuhan seperti yang terlihat dari sifat-sifat kasih sayang perempuan.

Semua pria yang berhasil berutang budi pada ibu mereka yang telah membesarkan mereka dengan kasih sayang, ujarnya.

Ahmadinejad percaya bahwa semua perubahan memerlukan peran perempuan, seperti telah terbukti di Iran dan belahan lain di dunia, antara lain Mesir dan Tunisia.

Ia pun menyerukan reformasi atau perubahan di seluruh dunia menuju ke arah yang lebih baik.

Islam dan Al Quran bersifat universal yang bertujuan untuk menyelamatkan seluruh manusia di dunia, agar dapat hidup bermartabat dan mulia.

Umat manusia perlu bangkit dari kehinaan, tekanan, tirani serta kemiskinan agar bisa merasakan manisnya hidup bermartabat.

Turut hadir di konferensi internasional tersebut delegasi Indonesia yang beranggotakan 15 perempuan yang mewakili perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat seperti MER-C, atas undangan Pemerintah Iran.

(F001)