Sabtu, 23 Agustus 2014

La Nyalla: pssi terlalu banyak lakukan pencitraan - (d)

Selasa, 10 Juli 2012 19:42 WIB | 2.897 Views
La Nyalla: pssi terlalu banyak lakukan pencitraan - (d)
La Nyalla Mahmud Mattalitti (FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan)
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum PSSI versi hasil Kongres Luar Biasa Ancol, La Nyalla Mattalitti, mengaku prihatin dengan cara-cara yang dilakukan oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin yang hanya mencari pencitraan setelah kondisi sepakbola Indonesia benar-benar terpuruk.

"Kalau kita menyadari kondisi dan prestasi sepakbola kita sedang benar-benar terpuruk, seharusnya jangan membuat langkah-langkah yang justru hanya akan memperburuk keadaan," ujar La Nyalla Mattalitti kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Hal itu dikatakan La Nyalla ketika ditanya dan dimintai pandangan-pandangannya tentang bagaimana upaya mengembalikan kondisi persepakbolaan Indonesia secara proporsional ke depannya mengingat keadaan saat ini justru semakin tidak menentu.

Menurutnya, upaya untuk menciptakan situasi kondusif sepakbola Indonesia harus dikembalikan kepada hakekat olahraga itu sendiri, yakni mengedepankan azas "fair play" dan memperhatikan hajat hidup orang banyak terkait dengan kompetisi yang mengakar dan bukan membuat event-event yang bersifat semu dan insidentil.

"Perlu diingat, mendatangkan pemain bintang ke Indonesia itu tidak akan membantu perkembangan sepakbola Indonesia. Justru hal itu menjadikan kesempatan bagi dunia luar untuk melihat buruknya kondisi sepakbola Indonesia yang sebenarnya," ujarnya.

Terkait dengan kedatangan beberapa bintang sepakbola dunia ke Indonesia baru-baru ini, La Nyalla pun mengaku kurang respek karena acara tersebut lebih bernuansa hura-hura dan hanya untuk kesenangan sesaat dan hanya bisa dinikmati segelintir pihak.

"Acara `meet and greet` seperti itu hanya dinikmati oleh kalangan orang kaya. Sedangkan sepakbola dimainkan oleh kalangan menengah ke bawah. Apalagi kedatangan mereka diprakarsai oleh perusahaan yang mensponsori mereka dalam rangka promo usaha, jadi itu tidak ada kaitannya dengan kinerja PSSI," ujarnya.

Terkait dengan kepercayaan sponsor, La Nyalla pun memandang PSSI pimpinan Djohar Arifin saat ini sudah berada di titik nadir dimana sepakbola Indonesia semakin dijauhi oleh sponsor. Padahal banyak perusahaan Indonesia yang justru mensponsori klub-klub dunia.

"Ini sungguh aneh, apalagi hampir semua klub di Indonesia saat ini mengalami krisis keuangan sehingga tidak bisa membayar gaji para pemainnya. Bahkan ada pemain yang sudah tidak malu-malu lagi sampai mengemis di pinggir jalan," ujarnya.

La Nyalla menegaskan bahwa sepak bola Indonesia harus segera dikembalikan ke jalur yang benar untuk membangun fondasi yang kuat dengan program sesuai infrastruktur dan dilandasi dengan kejujuran.

"Maka dari itu kami PSSI hasil KLB akan terus berjuang menegakkan kebenaran. Kebohongan akan selalu pincang dan tidak akan mengarah kepada kebenaran," demikian La Nyalla Mattalitti.

(ANT-132/I007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga