Sabtu, 20 September 2014

Pemkab Belitung intensifkan stok sembako

Selasa, 10 Juli 2012 20:39 WIB | 1.783 Views
Pangkalpinang (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel), akan mengintensifkan pemantauan stok dan harga sembako untuk mencegah kelangkaan yang memicu kenaikan harga saat puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Kami sudah meminta pihak Disperindag segera memantau sejumlah pasar tradisional dan distributor terkait penyiapan stok sembako," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung, M. Fattah usai menghadiri peresmian Gedung BPK Babel di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan, kegiatan pemantauan ini penting, untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng dan kebutuhan lainnya yang akan memberatkan masyarakat kurang mampu.

"Apabila terjadi kenaikan harga sembako yang sudah memberatkan ekonomi masyarakat, tentu akan diambil kebijaksanaan untuk menekan kenaikan harga tersebut, misalnya kegiatan pasar murah atau operasi pasar," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkab Belitung, telah mengganggarkan dana untuk kegiatan operasi pasar, apabila terjadi kenaikan harga sembako yang dinilai sudah memberatkan ekonomi masyarakat.

"Kegiatan operasi pasar ini dilakukan apabila terjadi kenaikan harga yang tinggi dan sudah memberatkan masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, berdasarkan laporan dari Disperindag, stok sembako di tingkat pedagang masih mencukupi dan harga masih normal karena permintaan masih stabil.

"Menjelang puasa dan Idul Fitri, diperkirakan harga sembako akan naik karena meningkatnya kebutuhan masyarakat menyambut hari besar keagamaan tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, Belitung merupakan suatu wilayah kepulauan yang sebagian besar kebutuhan masyarakat masih mengandalkan pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera karena masih rendahnya hasil pertanian di daerah itu.

"Kami berupaya untuk mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah dengan memperluas lahan pertanian dan meningkatkan sumber daya manusia petani dalam mengelola, merawat tanaman pangan tersebut," ujarnya.
(KR-ARS/I013)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga