Pekanbaru (ANTARA News) - Timnas Garuda Muda sementara di urutan ketiga klasemen Grup E kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E setelah mengalahkan Makau, 2-1 di Stadion Utama Riau, Selasa malam.

Sebelum mengalahkan Makau, Timnas Indonesia mampu mengalahkan Timor Leste dengan skor 2-0 dan di pertandingan pertama harus menyerah dari Australia, 0-1. Dengan hasil ini anak asuh Aji Santoso berada di urutan ketiga klasemen dengan enam poin dari tiga pertandingan.

Hasil lainnya, Jepang kalah Timor Leste 1-0, Australia main imbang lawang Singapura. Dengan hasil itu, Jepang sementara memimpin klasemen grup E Piala Asia U-22 dengan raihan 9 poin dari tiga kali pertandingan, disusul Australia (7), Indonesia (6), Singapura (4), Timor Leste (0) dan Makau (0).

"Kami sangat mengapresiasi kemenangan ini. Permainan memang kurang maksimal tetap kami sukses meraih tiga poin," kata asisten pelatih timnas Liestiadi usai pertandingan.

Menurut dia, untuk merebut posisi runner up atau posisi tiga terbaik, timnas harus mampu meraih tiga poin terutama didua laga sisa yaitu melawan salah satu tim kuat yaitu Jepang dan di pertandingan terakhir melawan Singapura.

Liestiadi mengaku, sebenarnya jajaran pelatih sudah menebak pola permainan Makau. Hanya saja upaya untuk menekan "counter attack" yang diperagakan lawan kurang berjalan dengan baik. Untuk itu pihaknya akan segera melakukan evaluasi untuk pertandingan berikutnya.

"Secara shot on goal maupun ball possition kita memang unggul. Tapi kita tidak bisa menyalahkan anak-anak. Mereka telah bermain dengan maksimal," katanya menambahkan.

Dengan hanya menang tipis saat menghadapi tim yang saat ini berada diposisi juru kunci klasemen, kata dia, jajaran pelatih akan langsung melakukan evaluasi karena lawan yang dihadapi selanjutkan jauh lebih kuat yaitu Jepang.

"Ini adalah pengalaman berharga bagi mereka. Meski minim jam terbang semua pemain telah menunjukkan kemampuan terbaiknya," kata mantan asisten pelatih klub Arema Indonesia itu.

Pernyataan bangga juga dikatakan pemain timnas Syahroni. Meski menang tipis, hasil dari pertandingan tadi dinilai bisa mengatrol semangat pemain guna menjalani dua pertandingan sisa yaitu melawan Jepang dan Singapura.

"Memang, kami tadi sempat kecolongan. Tapi kami telah berusaha. Saya berharap kedepannya jauh lebih baik," katanya usai pertandingan.

Sementara itu asisten pelatih Makau, Iong Cho Ieng mengaku Indonesia adalah salah satu tim kuat dan sulit di kalahkan. Tetapi dengan semangat yang ada, Makau tidak mau kalah begitu saja.

"Kami memang bisa mengimbangi. Tapi cederanya kapten (Leong Ka Hang) membuat kekuatan sedikit menurun. Tapi kami tetap mampu menciptakan gol," katanya.

Meski kalah, kata dia, jajaran pelatih tetap cukup bangga. Untuk menciptakan gol pada pertandingan butuh kerja keras, apalagi juga harus berhadapan cuaca yang panas serta teror dari suporter tuan rumah.

(ANT)