Sabtu, 20 Desember 2014

Rusia usulkan resolusi PBB mengenai Suriah tanpa sanksi

| 3.231 Views
id resolusi PBB, krisis Suriah, usul Rusia
Rusia usulkan resolusi PBB mengenai Suriah tanpa sanksi
Seorang bocah pengungsi Suriah mengacungkan kedua jarinya saat ia melihat keluar dari balik pagar kamp pengungsi Yayladagi di provinsi Hatay dekat perbatasan Turki-Suriah, Senin (9/7). Sementara itu Kofi Annan sedang menggelar pertemuan di Damaskus dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang mengatakan bahwa dukungan politik AS untuk "teroris" bersembunyi di balik rencana duta perdamaian untuk mengakhiri pertumpahan darah yang telah berlangsung selama 16 bulan. Assad juga menuduh Arab Saudi, Qatar, dan Turki memasok senjata dan keperluan logistik lainnya untuk para pemberontak yang berusaha menjatuhkan dirinya. (REUTERS/Umit Bektas)
resolusi Rusia ditujukan untuk memberikan dukungan lebih lanjut upaya Kofi Annan dan pelaksanaan rencananya.
PBB (ANTARA News) - Rusia Selasa mengusulkan satu resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Suriah yang akan memperpanjang misi PBB di negara yang dilanda konflik itu tanpa ancaman sanksi, kata para diplomat.

Resolusi itu dikirim kepada 14 anggota dewan menjelang penjelasan utusan khusus PBB-Liga Arab Kofi Annan pada Rabu, mengenai upaya untuk menghidupkan kembali rencana perdamaian, kata wakil utusan PBB Rusia Igor Pankin kepada wartawan. Demikian diberitakan Xinhua yang dipantau oleh ANTARA News di Jakarta, Rabu.

Langkah Rusia adalah putaran pembukaan dalam pertempuran diplomatik berpotensi tegang di Dewan Keamanan yang harus memutuskan masa depan misi pengamat PBB di Suriah pada 20 Juli. Rusia adalah sekutu utama Presiden Bashar al-Assad dan bersikap sengit menolak tindakan internasional terhadap pemerintah Damaskus.

Amerika Serikat dan kekuatan Eropa ingin menjatuhkan sanksi-sanksi terhadap Bashar selama konflik, yang aktivis katakan lebih dari 17.000 orang tewas.

Pankin mengatakan, resolusi Rusia "ditujukan untuk memberikan dukungan lebih lanjut upaya Kofi Annan dan pelaksanaan rencananya."

Draft, yang diperoleh AFP, mengusulkan untuk memperpanjang Misi Pengawasan PBB di Suriah untuk tiga bulan. Mandat UNSMIS berakhir pada 20 Juli.

Draft itu juga mendukung usulan Sekjen PBB Ban Ki-moon bahwa operasi PBB mengandung misi lebih politik dan mengurangi jumlah pengamat militer. Draft itu "sangat mendesak" semua pihak untuk segera menghentikan kekerasan dan seruan untuk segera dan secara langsung pelaksanaan rencana Annan.

(H-AK)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga