Sabtu, 25 Oktober 2014

Rupiah kembali melemah

| 2.070 Views
id rupiah, nilai tukar rupiah, rupiah terhadap dolar AS, indeks harga saham gabungan, IHSG
Rupiah kembali melemah
Nilai tukar mata uang rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta bergerak melemah menjadi Rp9.453 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp9.440 per dolar AS. (ANTARA/Eric Ireng)
Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS setelah hasil pertemuan menteri keuangan zona Euro gagal meredakan kecemasan terhadap memburuknya krisis di kawasan itu.
Jakarta (ANTARA News) - Nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Rabu pagi melemah 13 poin seiring masih adanya kecemasan pasar terhadap krisis Eropa.

Nilai tukar mata uang rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta bergerak melemah menjadi Rp9.453 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp9.440 per dolar AS.

"Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS setelah hasil pertemuan menteri keuangan zona Euro gagal meredakan kecemasan terhadap memburuknya krisis di kawasan itu," kata pengamat pasar Monex Investindo Futures, Johanes Ginting.

Ia mengatakan, menteri-menteri keuangan zona Euro pada Selasa (10/7) telah sepakat untuk memberikan waktu ekstra hingga 2014 untuk mencapai target pemangkasan defisit Spanyol.

Namun, lanjut dia, pertemuan itu dinilai tidak menghasilkan kemajuan terkait wacana pengaktifan fasilitas dana talangan untuk menenangkan gejolak di pasar obligasi.

Selain itu, lanjut dia, investor juga masih tetap gelisah menantikan keputusan Mahkamah Konstitusi Jerman terkait ratifikasi European Stability Mechanism (ESM) dan implementasi kebijakan penghematan anggaran baru.

"Pelemahan nilai tukar berisiko merupakan refleksi dari masalah yang belum terselesaikan di zona Euro dan keterbatasan Bank Sentral Eropa (ECB) dalam memperlonggar kebijakannya," katanya.

Analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin menambahkan, pelaku pasar masih cenderung menempatkan dananya dalam bentuk dolar AS karena dinilai dapat menjaga nilai aset di tengah kondisi Eropa yang belum menunjukkan perbaikan.

"Momentum nilai tukar domestik untuk menguat juga tergerus oleh perlambatan ekonomi global dipicu dari beberapa data yang dinilai mengecewakan," tambahnya.

(KR-ZMF)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga