Sabtu, 25 Oktober 2014

Apa itu Kitooligosakarida?

| 5.180 Views
id penelitian perikanan, limbah udang, limbah ranjungan, kitooligosakarida, kitin, kitosan, tanaman sawit
Apa itu Kitooligosakarida?
Ilustrasi - Rantai kimia (istimewa)
Kitooligosakarida yang diproduksi secara enzimatik merupakan produk yang handal dan ramah lingkungan. Karena penggunaannya dapat bersifat spesifik dan terkontrol.
Jakarta (ANTARA News) - Kitooligosakarida adalah potongan kitin dan kitosan yang memiliki rantai 20 atau kurang, dan termasuk kitosan yang larut di air.

Kitooligosakarida yang diproduksi secara enzimatik merupakan produk yang handal dan ramah lingkungan, karena penggunaannya dapat bersifat spesifik dan terkontrol, demikian dilaporkan oleh situs ScienceDirect.

Namun karena biaya produksi enzimnya sangat mahal menyebabkan harga Kitooligosakarida tidak dapat bersaing dengan harga produk sejenis lainnya. Menurut laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP), masih diperlukan eksplorasi enzim lokal untuk dapat menekan biaya produksi yang sangat mahal.

Kitooligosakarida dapat diaplikasikan dalam bidang kesehatan, peternakan, pangan, dan pertanian. Aplikasinya di bidang kesehatan telah banyak dipublikasikan, misalnya Kitooligosakarida dengan rantai yang panjang memiliki aktivitas menstimulasi daya tahan tubuh, antidiabetes dan mencegah penyakit hati.

Pemberian Kitooligosakarida sebanyak 100 mg/L pada sel primer pankreas yang dikulturkan mampu meningkatkan sekresi insulin secara kontinyu.

Sedangkan dalam bidang peternakan, Kitooligosakarida dapat diberikan sebagai bagian dari pakan ayam broiler yang dilaporkan memiliki kemampuan meningkatkan performansi kualitas daging ayam. Meningkatnya sel darah merah dan lipoprotein serta dapat menginduksi penurunan kadar lemak daging ayam broiler.

Kemudian dalam bidang pertanian, Kitooligosakarida yang memiliki rantai 2-8 unit monomer, dilaporkan memiliki aktifitas mencegah beberapa kapang atau jamur (fungi) penyebab penyakit dan juga membantu pertumbuhan tanaman. Hasil pengujian Balitbang KP menggunakan aplikasi kitooligosakarida yang berasal dari limbah udang, terasi, dan spons laut terhadap kapang Ganoderma sp., penyebab penyakit kelapa sawit.

Penelitian menyatakan bahwa ketiga jenis Kitooligosakarida tersebut mampu mengontrol kapang penyakit kelapa sawit, dengan hasil yang paling baik menggunakan jenis yang berasal dari spons laut, kemudian limbah udang, dan yang terakhir dari terasi.

(E012)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga