Selasa, 23 September 2014

UNESCO berikan sertifikat Cagar Biosfir kepada Bupati Wakatobi

Rabu, 11 Juli 2012 14:31 WIB | 7.162 Views
UNESCO berikan sertifikat Cagar Biosfir kepada Bupati Wakatobi
Peta lokasi Taman Nasional Laut Wakatobi yang dikukuhkan menjadi Cagar Biosfer Bumi. (dephut.go.id)
Kendari (ANTARA News) - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa UNESCO memberikan sertifikat Cagar Biosfer Bumi kepada Bupati Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara, Hagua, di Paris - Perancis, Rabu.

Bupati Wakatobi Hugua melalui pesan singkat dari Paris, mengatakan pada acara penyerahan Sertifikat penetapan Wakatobi sebagai Cagar Biosfer Bumi tersebut oleh Secretary MAB Program UNESCO Mr N. Ishwaran, dirinya menyampaikan pidato singkat di depan ratusan utusan negara-negara anggota UNESCO selama 10 menit.

Pada kesempatan pidato tersebut, Hugua kembali meminta UNESCO untuk melibatkan pimpinan politik di daerah, bupati/walikota dan ketua DPRD, dalam melindungi kelestarian Cagar Biosfer Bumi.

"Masa depan Cagar Biosfir Bumi, sangat ditentukan oleh komitmen politik dan komitmen program Pemerintah Daerah dan DPRD, sebab Pemerintah daerah dan DPRD-lah yang memegang mandat dan kuasa anggaran untuk membiayai keberlanjutan program perlindungan dari Cagar Biosfer Bumi," katanya.

Menurut Hugua permintaannya tersebut mendapat dukungan kuat dari Negara Ghana termasuk negara-negara Uni Eropa.

Selain melibatkan pimpinan politik di daerah, UNESCO juga harus memberikan dukungan dana, yang dapat menjamin kelestarian ekosistem di dalam kawasan Cagar Biosfer Bumi. Kelestarian kawasan tersebut dapat menyanggah daerah tetangga, negara tetangga, dan negara-negara di dunia dalam hal ketersediaan oksigen dan unsur-unsur hayati lainnya.

Karena itu tutur Hugua, semua kabupaten atau daerah Cagar Biosfer Bumi, sepatutnya mendapatkan dukungan dana yang cukup memadai dari negara tempat cagar biosfer berada dan juga harus mendapatkan peningkatan jaminan dana yang memadai dari dunia international.

Ia mengatakan, penetapan Wakatobi sebagai Cagar Biosfer Bumi oleh pihak UNESCO, merupakan bukti nyata, bahwa upaya maksimal pemerintah dan masyarakat Wakatobi selama kurang lebih empat tahun menjaga kawasan itu dari berbagai ancaman kerusakan, telah membuahkan hasil.

(SO32)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga