Selasa, 21 Oktober 2014

KBRI Singapura bebaskan WNI dari hukuman mati

| 4.191 Views
id wni tkw, hukuman mati, tkw singapura, kbri singapura, kementerian luar negeri
Jakarta (ANTARA News) - Kedutaan Besar RI di Singapura telah berhasil membebaskan Nurhayati, seorang WNI yang berprofesi sebagai tenaga kerja wanita, dari ancaman hukuman mati di negara tersebut.

Siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Andri Hadi bersama tim penasihat hukumnya berhasil membebaskan status hukuman mati terhadap Nurhayati.

Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Singapura menurunkan tuntutan kepada Nurhayati menjadi hukuman 20 tahun penjara atau maksimal penjara seumur hidup menggunakan Bab 224 Bagian 304 huruf a dalam Undang-Undang Pidana setempat.

Selain itu, pihak keluarga TKW asal Indramayu itu juga dijadwalkan dapat menemui Nurhayati sebelum sidang lanjutan yang akan digelar 17 Juli 2012.

Pendampingan dari KBRI dan tim penasihat hukum beserta Satgas penanganan kasus TKI/WNI saat ini berusaha mengajukan permohonan keringanan tuntutan 20 tahun penjara menjadi maksimal 10 tahun penjara sesuai dengan bab 304 huruf b UU Pidana setempat.

Nurhayati menjalani proses hukum di Singapura setelah menjadi tersangka dalam pembunuhan anak majikannya yang berumur 12 tahun dan cacat.

Pertimbangan umur dan beban berupa ancaman pemotongan gaji apabila ia melakukan kesalahan atau lamban dalam bekerja, menjadi salah satu dasar pengajuan permohonan keringanan tuntutan atas Nurhayati.

Sebelumnya, pada Maret 2012, KBRI bersama tim penasehat hukumnya berhasil membebaskan Fitriah Depsi Wahyuni, TKW asal Jember dari hukuman mati.

(SDP-51/M016)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga