Senin, 28 Juli 2014

Harga minyak naik karena persediaan AS merosot

Kamis, 12 Juli 2012 05:30 WIB | 2.143 Views
Harga minyak naik karena persediaan AS merosot
ilustrasi Pialang saham beraktivitas di lantai bursa New York Stock Exchange. (REUTERS/Brendan McDermid)
New York (ANTARA News) - Harga minyak menguat pada Rabu (Kamis pagi WIB), menyusul aksi buru harga murah sehari setelah aksi jual yang didorong oleh berakhirnya pemogokan pekerja minyak Norwegia dan karena laporan persediaan energi AS merosot.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Agustus, mengakhiri sesi di 85,81 dolar AS per barel, naik 1,90 dolar AS dari tingkat penutupan Selasa.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus melompat 2,26 dolar AS menjadi menetap di 100,23 dolar AS per barel di perdagangan London.

Andy Lipow dari Lipow Oil Associates mengatakan, kenaikan terjadi karena para pedagang bereaksi terhadap angka persediaan minyak mentah AS yang jatuh "lebih daripada yang diantisipasi" pada minggu lalu

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan, persediaan minyak mentah Amerika merosot hampir 4,7 juta barel dalam pekan yang berakhir 6 Juli.

Itu jauh lebih besar daripada ekspektasi pasar untuk sebuah penurunan 1,1 juta barel, menurut analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires, dan menunjukkan meningkatnya permintaan di negara konsumen minyak terbesar di dunia itu.

Pasar minyak telah jatuh lebih dari dua dolar AS pada Selasa setelah Norwegia menghentikan pemogokan pekerja minyak yang mengancam produksi, sementara berita tentang lemahnya impor minyak mentah China meningkatkan kekhawatiran permintaan.

"Harga minyak mentah terlihat sedikit berbalik naik hari ini, setelah aksi jual kemarin (yang) sebagian didasarkan pada kemajuan dalam negosiasi di Norwegia," kata analis Sucden, Jack Pollard.

Di tempat lain di pasar, OPEC mempertahankan proyeksinya untuk permintaan minyak dunia 2012 hampir tidak berubah dalam laporan bulanannya Rabu.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak itu memproyeksikan permintaan dunia pada 2012 di 88,68 juta barel per hari (mbpd), dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya 88,69 juta barel per hari.

"Permintaan AS melemah lebih lanjut karena ekonomi yang lesu, turbulensi ekonomi Eropa menekan permintaan benua itu, dan permintaan India secara negatif dipengaruhi oleh banjir besar terakhir," kata kartel, yang memproduksi sekitar sepertiga dari minyak dunia, demikian AFP.
(A026)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga