Selasa, 2 September 2014

Investasi kereta layang Bekasi-Slipi Rp10 triliun

Kamis, 12 Juli 2012 09:45 WIB | 4.047 Views
Investasi kereta layang Bekasi-Slipi Rp10 triliun
Ilustrasi (Grafis)
Jakarta (ANTARA News) - PT Hutama Karya Persero (HK) memproyeksikan pembangunan kereta layang Bekasi-Slipi membutuhkan investasi sekitar Rp10 triliun. Kereta layang ini diperkirakan membentang sepanjang 22 kilometer.

Menurut Direktur Utama HK, Tri Widjajanto Joedosastro, konstruksi pembangunan kereta layang ini diharapkan berasal dari pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan adanya APBN, maka harga tiket kereta dapat ditekan menjadi Rp9.000 per orang.

"Ya mungkin, setelah disubsidi menjadi Rp9.000. Itu salah satu alasan menggunakan dana APBN," kata Tri Widjajanto saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan rencana pembangunan kereta layang menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Kereta layang Bekasi-Slipi pun menawarkan model transportasi intermoda yang menggabungkan seluruh konsep transportasi darat.

"Satu stasiun menjadi titik temu antara kereta listrik dengan busway, KRL. Nanti, sentralnya di Cawang," tuturnya.

Untuk merealisasikan pembangunan kereta layang ini, Hutama karya akan berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia Persero. Tahap pertama, pembangunannya dimulai dari Bekasi-Slipi. Kemudian, Bogor-Cawang-Slipi, Slipi-Serpong, serta Serpong-Bandara Soekarno-Hatta.

"Namun, pembangunannya akan bertahap. Yang pasti model transportasi intermoda ini terintegrasi, mulai dari kereta listrik, busway, hingga MRT," paparnya.

Pembangunan kereta layang ini, lanjutnya, akan menggunakan median jalan tol yang selama ini tidak dimanfaatkan. Artinya, pembangunan kereta layang dipastikan tidak mengganggu pengguna jalan tol. Intinya, kereta layang diharapkan mampu mengangkut orang dengan jumlah banyak.

Ia mengakui rencana pembangunan kereta layang mengadopsi apa yang telah diterapkan di negara-negara maju. Kereta layang akan menggunakan tenaga matahari yang ramah terhadap lingkungan.

"Ya, konsepnya jalan kereta api tapi listrik. Kami usulkan sesegera mungkin, sudah diskusi dengan instansi terkait bagaimana cara mengatasi kemacetan di Jakarta," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku terkesan dengan konsep pembangunan kereta layang milik Hutama Karya. "Saya sudah lihat konsepnya. Sangat bagus dan dapat mengatasi kemacetan Jakarta," tutur Dahlan. (ANT-SSB)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga