Kamis, 23 Oktober 2014

Maradona diundang "upacara perpisahan" Al Wasl

| 2.084 Views
id diego maradona, al wasl, legenda sepak bola argentina
Maradona diundang
Diego Armando Maradona (FOTO.ANTARA/REUTERS/Jumana El Heloueh)
Saya selalu merasa ingin dan terkesan bila tinggal di tempat yang saya rasa indah dan nyaman
Dubai (ANTARA News) - Diego Maradona diundang menghadiri "acara perpisahan" dengan klub Uni Emirat Arab, Al Wasl, setelah mereka mendepak pelatih itu, demikian diungkapkan pejabat senior klub itu, Rabu.

Klub itu menjelaskan, upacara perpisahan itu "merefleksikan hubungan unik dan kuat" antara mereka dan pelatih dari Argentina itu.

Pelatih berusia 51 tahun dan pemenang Piala Dunia itu, dikontrak dua tahun mulai Mei 2011, kemudian dipecat Selasa oleh dewan pengurus klub setelah tidak mendapat satu piala pun.

Al Wasl berada di urutan kedelapan dari 13 tim yang mengikuti kompetisi Liga Pro UEA.

"Kami tidak memutuskan waktu upacara perpisahan itu dan itu tergantung dari respons Maradona," kata Wakil Ketua Al Wasl Mohammed bin Dokhan kepada wartawan melalui penerjemah.

Ia mengatakan, Maradona yang dipecat dengan suara bulat dari para dewan pengurus klub, hingga kini masih belum memberikan jawaban.

Beberapa jam kemudian, Maradona mempublikasikan pernyataannya di laman pribadinya (www.diegomaradona.com), bahwa ia berterima kasih kepada Al Wasl.

Ia menduga mereka masih dapat mencapai kesepakatan untuk lebih memperkuat tim itu.

"Saya selalu merasa ingin dan terkesan bila tinggal di tempat yang saya rasa indah dan nyaman, jadi saya berterima kasih kepada para sheikh, khususnya bagi yang selama ini telah menerima saya dan memberikan kesempatan kepada saya menjadi salah satu bagian dari tim Emirates," katanya.

"Sayangnya, klub membuat pernyataan yang tidak saya inginkan padahal saya ingin membangun klub itu dan bila memungkinkan dengan membeli pemain. Kalau keuangan minim, masih dibicarakan bagaimana mencari solusi untuk membangun Al Wasl," katanya.

"Saya berharapa dapat bertemu secepatnya dengan para dewan pimpinan klub dan saya yakin mereka akan menerima suatu pernyataan yang bagus," katanya.

Bin Dokhan mengatakan, empat atau lima nama sudah di atas meja mereka untuk meneggantikan Maradona.

Salah satu dari calon pelatih itu adalah Bruno Metsu, yang melatih UEA ketika memenangi Piala Teluk 2007 dan memenangi Liga Champions AFC bersama Al Ain pada 2003. Metsu juga pernah melatih Senegal dan menang atas Prancis di pembukaan Piala Dunia 2002.

Mengenai keputusan untuk berpisah dengan Maradona, kata Bin Dokhan, merupakan waktu yang bagus dan tepat.

"Tidak kami pungkiri, Diego Maradona merupakan pesepak bola terbesar sepanjang masa dan ia memiliki kualifikasi menjadi pelatih. Tapi kami sedang ingin mencari pelatih lain untuk memberikan kemenangan bagi Al Wasl dalam tahapan ke depan ini," katanya.

"Kami tidak gembira memutus kontrak ini tapi kami harus melakukannya. Kami harus meninggalkan perasaan dan harus bekerja untuk Al Wasl dan membawa Al Wasl kembali ke jalur yang benar," katanya.

Hal yang diperoleh Al Wasl, yang pernah meraih gelar liga domestik pada 2007, hanya maju ke final Kejuaraan Liga Teluk.
(ANT)

 

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga