Sabtu, 2 Agustus 2014

Buruh ancam gelar aksi lebih besar

Kamis, 12 Juli 2012 13:29 WIB | 4.423 Views
Buruh ancam gelar aksi lebih besar
Ribuan buruh dari sejumlah organisasi perburuhan melakukan aksi protes di Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Kamis(12/7). Mereka mendesak pemerintah meninjau ulang pekerja outsourcing dan menghentikan politik upah murah. (ANTARA/Ujang Zaelani)
Jakarta (ANTARA News) - Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfedarasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengeluarkan beberapa ancaman jika sejumlah tuntutan mereka tidak direspons oleh pemerintah.

Di tengah demonstrasi besar yang mereka lakukan, para buruh mengancam untuk mengambil langkah-langkah drastis seperti menutup jalan tol lagi dan menggelar demonstrasi lebih besar dari yang sekarang dilakukan.

"Jika tidak moratorium outsourching, siap tutup tol lagi?," tanya Presiden KSPI Said Iqbal kepada ribuan rubuh di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis.

Para buruh ini juga menolak sistem upah murah dan mengancam untuk menerjunkan massa yang lebih besar lagi setelah lebaran nanti jika tuntutan mereka tidak dipenuhi pemerintah.

Iqbal mengungkapkan keheranannya terhadap Indonesia yang disebutnya sebagai negara kaya dengan pendapatan domestik bruto (PDB) nomor 16 di dunia, namun kurang memperhartikan kesejahteraan buruhnya.

"Upah minimum kita hanya 120 dolar (AS). Sangat jauh dibandingkan Thailand yang mencapai 320 dolar, padahal PDB mereka dua kali lebih rendah dari Indonesia," kata Iqbal.
(ans)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga