Jeddah (ANTARA News) - Presiden baru Mesir, Mohamed Moursi, melakukan lawatan luar negeri pertamanya ke Arab Saudi guna melakukan pertemuan dwipihak dengan Raja Abdullah.

Menurut kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, Moursi tiba di Jeddah pada Rabu dan disambut oleh Putra Mahkota, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Pangeran, Salman bin Abdul Aziz.

Tidak ada penjelasan mengenai perincian dari isi pertemuan antara kedua pejabat tinggi negara itu, tetapi mereka diperkirakan memusatkan perhatian pada hubungan antara Kerajaan Teluk yang kaya akan minyak itu dengan Mesir yang tengah bergulat dengan perekonomiannya.

Ketegangan panjang telah lama tercipta antara negara Teluk tempat doktrin ketat Wahabi dari Islam Sunni berlaku itu dengan Ikhwanul Muslimin Mesir, kelompok Islam moderat yang meraih kekuasaan pascakebangkitan Arab.

Di bawah pendahulu Moursi, Hosni Mubarak, Mesir dan Arab Saudi menikmati hubungan dwipihak yang erat.

Namun perselisihan diplomatik sangat langka yang terjadi antara dua negara itu pada April lalu telah membuat Riyadh menarik duta besarnya di Kairo, demikian menurut laporan kantor berita AFP.

Arab Saudi menutup kedutaan besarnya di Kairo selama beberapa hari setelah sebuah aksi unjuk rasa menuntut pembebasan seorang pengacara dan aktivis hak asasi manusia yang ditahan di kerajaan itu.

(C003)