Kamis, 23 Oktober 2014

Menlu AS desak ASEAN ikut tekan Iran

| 5.934 Views
id nuklir iran, amerika soal nuklir iran, pengayaan uranium iran, menteri luar negeri AS hillary clinton, pertemuan negara asia timur
Menlu AS desak ASEAN ikut tekan Iran
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton. (REUTERS/Brendan Smialowski)
Phnom Penh (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, pada Kamis mendesak negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk ikut memberikan tekanan kepada Iran dan mengakhiri jalan buntu diplomatik menyangkut dugaan program nuklir Teheran.

Dalam pertemuan negara-negara Asia Timur di Kamboja, Hillari mengatakan Amerika Serikat melihat ASEAN sebagai "mitra dalam upaya internasional yang luas untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir."

"Jalan terbaik untuk mencapai penyelesaian diplomatik yang kita semua cari adalah masyarakat internasional terus bersatu dan menekan apa yang telah membawa Iran kembali ke meja perundingan," katanya seperti dikutip kantor berita AFP.

Kekuatan-kekuatan dunia telah menekan Teheran untuk meninggalkan pengayaan uraniumnya dan menuduh republik Islam itu berniat mengembangkan senjata nuklir.

Iran menolak tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa program nuklir yang dikembangkan semata-mata ditujukan untuk penggunaan sipil.

Sejauh ini negara anggota permanen Dewan Keamanan PBB (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, China) ditambah Jerman gagal mengakurkan pandangan mereka terhadap masalah nuklir Iran tersebut.

Pertemuan tingkat tinggi selama dua hari yang diadakan di Moskow bulan lalu tidak menghasilkan kemajuan. Pertemuan itu kemudian dilanjutkan dengan pertemuan para pakar di Istanbul awal Juli lalu, yang juga berakhir tanpa hasil.

"Kalau kita melonggarkan tekanan atau goyah dalam penyelesaian, Iran akan kurang terpacu melakukan negosiasi dengan itikad baik atau mengambil langkah-langkah untuk memperhatikan kekhawatiran masyarakat internasional menyangkut program nuklirnya," kata Hillary.

(T008)



Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga