Jumat, 24 Oktober 2014

"Politik uang tak berlaku di DKI"

| 4.671 Views
id analisa pakar, pilkada dki, pemilukada dki, pemilihan gubernur dki, pilgub dki
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernu DKI, Jokowi (Kiri) bersama pasangannya Ahok. (ANTARA/Grafis)
Basis yang dibangun dengan uang tidak akan selamanya langgeng.
Jakarta (ANTARA News) - Pakar politik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, mengatakan kemenangan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta menunjukkan tak berlakunya politik uang dalam pesta demokrasi tersebut.

"Memang pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli memiliki basis yang banyak, tapi basis tersebut dibangun dengan uang. Nah, kalau ada yang tidak suka dengan pasangan itu, maka akan membuatnya kalah. Basis yang dibangun dengan uang tidak akan selamanya langgeng," kata Andrinof di Jakarta, Kamis.

Selain itu, lanjutnya, penyebab kekalahan dari pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli adalah terlalu menyerang pasangan lain. Menurut pakar ini, pasangan petahana terlalu bernafsu menjegal pasangan calon lain.

"Banyak ungkapan merendahkan yang dilontarkan kepada kandidat lain. Lama-kelamaan masyarakat pun jadi berpikir dan yang direndahkan juga kelihatan semakin bermutu. Jadi seperti senjata makan tuan," tambahnya.

Disinggung faktor apa saja yang menjadi penyebab kemenangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Andrinof mengatakan bahwa sosok Jokowi (panggilan akrab Joko Widodo-red) memiliki kelebihan-kelebihan yang selama ini masih tersembunyi.

"Misalnya saja berprestasi, jujur, bersih, merakyat dan karakter positifnya banyak sekali."

Masyarakat, lanjutnya, memang menginginkan hal seperti itu. Namun selama ini belum ada sosok yang seperti itu. Begitu Jokowi mencalonkan sebagai kandidat gubernur DKI, maka banyak yang menginginkannya sebagai pemimpin.

Pilkada DKI Jakarta yang dilangsungkan 11 Juli itu diikuti enam pasangan calon yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Alex Noerdin- Nono Sampono, Jokowi-Basuki Tjahaja, Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini , Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendarji Soepanji- A Riza Patria.

Hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) atas Pilkada DKI 2012 menyebutkan pasangan Joko Widodo-Basuki memperoleh 43,04 persen suara atau urutan ke-1, kemudian disusul urutan ke-2 pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (34,17 persen).

(I025)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga