Rabu, 30 Juli 2014

CSR tambang diharapkan fokus kurangi dampak lingkungan

Kamis, 12 Juli 2012 18:41 WIB | 4.746 Views
CSR tambang diharapkan fokus kurangi dampak lingkungan
Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Thamrin Sihite. (FOTO.ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan penerapan tangungjawab sosial (CSR) industri tambang harus berupa program yang dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan dari usaha pertambangan.

"CSR pada pertambangan berbeda dengan CSR pada industri lainnya, seperti perbankan, telekomunikasi, dan sebagainya, karena CSR pertambangan sangat terkait dengan Analisis Masalah dan Dampak Lingkungan (Amdal)," katanya dalam keterengannya saat pembukaan Indonesian Mining Association (IMA) CSR Expo 2012 di Jakarta, Kamis.

Agar program CSR tersebut bisa berjalan efektif, lanjut Thamrin Sihite, maka pelaksanaannya harus bekerjasama dengan pemerintah daerah.

Lewat CSR, masyarakat di lingkar tambang tidak sekedar menjadi penonton proses pengelolaan sumber daya alam di daerahnya, melainkan turut terlibat dalam proses tersebut.

Masyarakat lingkar tambang harus menikmati kemajuan serta perkembangan ekonomi, yang dimodali oleh sebagian hasil eksploitasi sumber daya alam di daerahnya. Lewat CSR, diharapkan masyarakat lingkar tambang dapat mandiri, dan tetap dapat melanjutkan pembangunan meski nantinya tambang tidak lagi beroperasi.

Sementara itu, Ketua Umum IMA Martiono Hadianto mengingatkan bahwa bagi perusahaan tambang yang ingin usahanya berkelanjutan, CSR adalah kebutuhan.

"Untuk dapat menjaga keberlanjutannya, perusahaan tambang harus mendapat dukungan masyarakat setempat di mana dia beroperasi," ujarnya.

Bersama pemerintah daerah dan masyarakat perusahaan tambang harus terlibat untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi di masyarakat, baik sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, dan lain-lain.

Kalau persoalan ini tidak diatasi maka akan terjadi kesenjangan dan operasi perusahaan mungkin akan terganggu.

"Jadi inisiatif CSR yang baik, bukanlah memberikan apa-apa yang diinginkan masyarakat, melainkan apa-apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dan ini memang perlu dilakukan oleh masing-masing perusahaan tambang," tegas Martiono.

Oleh karena itu, IMA CSR Expo hadir sebagai upaya untuk memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha pertambangan, menyampaikan kepada publik tentang apa saja yang telah dilakukannya, dalam melaksanakan tanggung jawab sosial di lingkar wilayah operasinya.

IMA CSR Expo 2012 juga bertujuan untuk menggali berbagai masukan dari berbagai pihak baik pemerintah, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, pers, maupun publik secara lebih luas, tentang apa saja yang masih dirasakan belum terakomodir dalam pelaksanaan CSR pertambangan.

Dengan demikian, diharapkan ke depan CSR pertambangan dapat benar-benar memberikan kontribusi yang maksimal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya dalam menggapai target Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga