Jumat, 25 Juli 2014

Mantan Bupati Lampung Selatan menolak diperiksa kejaksaan yusril minta pengukuran ulang

Kamis, 12 Juli 2012 20:11 WIB | 4.116 Views
Bandarlampung (ANTARA News) - Mantan Bupati Lampung Selatan yang kini tersangka perkara dugaan korupsi pengadaan tanah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang Tarahan senilai Rp26,6 miliar, Wendy Melfa, menolak diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi Lampung, dengan alasan tindak pidana yang dituduhkan kepadanya tidak jelas.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Lampung Sarjono Turin di Bandarlampung, Kamis mengatakan, penolakan pemeriksaan Wendy akan sangat merugikannya, meskipun menolak tidak menghambat penyidikan kasus tersebut.

"Penolakan tersebut tidak masalah karena meskipun mantan Bupati Lampung Selatan itu menolak diperiksa, penyidikan kasus tersebut akan terus dilanjutkan," katanya.

Terkait permintaan pengacaranya, yakni Yusril Ihza Mahendra, untuk mengukur ulang lahan PLTU, menurut dia, hal itu tidak perlu karena sudah dilakukan

"Apabila Wendy meminta pengukuran ulang itu sudah dilakukan, dengan adanya saksi dari PLN yang saat ini menjadi pemilik lahan, pihak kelurahan tempat dibangunnya proyek tersebut dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Lampung," kata dia.

Ia melanjutkan, pada saat pengukuran pun hadir pengacara dari Henry Angga Kusuma, mantan Direktur Utama PT Naga Intan yang berperan sebagai penjual lahan atau pemilik awal sertifikat yang juga menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Wendy Melfa mendatangi Kejati Lampung sektar pukul 11.50 WIB dan sekitar pukul 14.00 WIB meninggalkan ruang penyidik.

Mantan Bupati Lampung Selatan itu mengaku, tidak ingin diperiksa karena penyidik tidak dapat menjelaskan pidana yang dikenakan kepadanya.

"Tadi cuma satu pertanyaan, dengan pertanyaan apakah bersedia diperiksa atau tidak, saya bilang bersedia, asal dijelaskan pidana apa yang dikenakan kepada saya," kata dia menambahkan. (RB*A054/S023)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga