Jakarta (ANTARA News) - PT Freeport Indonesia telah menyiapkan investasi tambang di Papua senilai 17 miliar dolar AS mulai 2012 hingga 2041.

"Investasi direncanakan 17 miliar dolar AS hingga 2041," kata Manajer Senior Urusan Hubungan Pemerintahan PT Freeport Indonesia Yuni Rusdinar di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan perusahaan tambang milik AS itu telah berkontribusi sebesar 35 persen dari total nilai investasi pertambangan di Indonesia.

Pada 2011, Freeport telah membayar pajak sebesar 2,4 miliar dolar AS atau Rp21 triliun kepada pemerintah Indonesia.

Sementara dari kurun waktu 1992 hingga 2011, pemerintah telah menerima total pajak sebesar 13,8 miliar dolar AS dari Freeport.

Total investasi Freeport di Papua hingga 2011 mencapai 8,6 miliar dolar AS. Dana sebesar itu sebagian digunakan untuk membangun infrastruktur pertambangan bawah tanah sejak 1998. "Tambang bawah tanah telah berkontribusi 30 hingga 35 persen," ujarnya.

Tambang bawah tanah atau tambang tertutup disiapkan sebagai sumber tambang baru.

Hal itu karena tambang terbuka yang merupakan sumber penghasilan terbesar Freeport akan habis pada 2016, sehingga Freeport harus membuka sumber tambang baru agar kondisinya kembali stabil. (SDP46/R016)