Kamis, 18 Desember 2014

Perbanas : pinjaman ke IMF hanya simbolis

| 4.183 Views
id indonesia sumbang imf, sumbangan simbolis, pembelian surat berharga, cadangan imf, darmin nasution
Dana tersebut akan dipakai jika cadangan IMF turun di bawah 100 miliar dolar AS, sementara sekarang masih di atas 400 miliar dolar AS. Jadi itu belum tentu dipakai."
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Perhimpunan Bank-Bank Nasional Sigit Pramono menilai komitmen pemerintah untuk memberi pinjaman senilai 1 miliar dolar AS kepada Dana Moneter Internasional (IMF) hanya bersifat simbolis.

"Sebetulnya kan nilainya tidak signifikan, kita melihat hal itu simbolis saja sebagai negaraang biasanya dibantu jadi membantu," kata Sigit usai menghadiri acara Bisnis Indonesia Award di Jakarta, Kamis.

Sigit mengatakan pemberian pinjaman kepada IMF untuk membantu negara-negara dunia yang tengah menghadapi krisis tersebut tentunya sudah berdasarkan perhitungan yang mantap dari pemerintah.

"Kalau mereka bilang cadangan devisa cukup ya kita harus percaya, meskipun trendnya sendiri menunjukkan cadangan devisa kita menurun," kata Sigit.

Komitmen pemerintah dalam pemberian pinjaman kepada IMF dipastikan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Direktur Eksekutif IMF Christine Lagarde, Selasa (10/7).

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, kontribusi Indonesia untuk IMF bukan dalam bentuk pinjaman tunai melainkan berupa pembelian surat berharga (obligasi) IMF dan hanya dipakai jika dibutuhkan.

"Jumlah cadangan devisa sampai Juni 2012 yang sebesar 106,5 miliar dolar AS tidak akan berkurang karena meski sudah dibelikan surat berharga sebesar 1 miliar dolar AS, obligasi tersebut tetap berada di Bank Indonesia," tegasnya.

Darmin mengatakan cadangan devisa di BI sebagian besar dibelikan surat berharga seperti US T-bonds dan surat berharga beberapa negara seperti dari Australia, Inggris, Kanada dan Jerman.

"Dana tersebut akan dipakai jika cadangan IMF turun di bawah 100 miliar dolar AS, sementara sekarang masih di atas 400 miliar dolar AS. Jadi itu belum tentu dipakai," kata Darmin. (P012)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga