Jumat, 31 Oktober 2014

Sri Mulyani: pemerintah harus lindungi kaum miskin

| 3.369 Views
id program penanggulangan kemiskinan, perlindungan penduduk miskin, mantan menkeu, sri mulyani
Sri Mulyani: pemerintah harus lindungi kaum miskin
Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati. (FOTO REUTERS/Kham)
Para pembuat kebijakan harus melindungi warga miskin karena mereka yang sulit bertahan dari guncangan ketika krisis tiba,"
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati mengingatkan pemerintah harus melindungi kaum miskin yang merupakan kelompok paling rentan ketika perekonomian Indonesia terkena dampak krisis Eropa.

"Para pembuat kebijakan harus melindungi warga miskin karena mereka yang sulit bertahan dari guncangan ketika krisis tiba," ujar Sri Mulyani dalam diskusi di Jakarta, Kamis.

Sri Mulyani mengatakan negara berkembang saat ini harus membuat dan melakukan implementasi dari program pengentasan kemiskinan mengingat masih tingginya ketidakpastian kondisi perekonomian internasional.

Menurut dia, program tersebut dibutuhkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesiagaan menghadapi krisis dan mengatasi tantangan jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas dalam lingkungan global yang melemah.

Selain itu, mantan Menteri Keuangan RI itu juga mengingatkan pemerintah untuk fokus pada penyediaan lapangan kerja karena banyak kaum muda yang saat ini tidak produktif atau menganggur.

"Di Yunani, Spanyol dan Italia yang saat ini terkena resesi, angka pengangguran mencapai 40 persen. Bahkan hal ini juga terjadi di Timur Tengah," ujarnya.

Ia mengatakan dua hal tersebut menjadi tantangan untuk negara berkembang dalam 24 bulan mendatang karena krisis hanya bisa ditangani oleh angka pertumbuhan yang berkualitas dengan penyerapan tenaga kerja maksimal.

"Jangan sampai angka pertumbuhan terjaga tapi pengangguran tinggi. Para pembuat kebijakan harus membuat keputusan yang menantang untuk mendorong kesejahteraan," ujarnya.

Sri Mulyani juga mengatakan pemerintah harus menyediakan anggaran dan menyerap dana tersebut dengan baik untuk program pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja agar pertumbuhan Indonesia dapat terjaga pada kisaran enam persen.

"Ini hanyalah masalah bagaimana menggunakan sumber daya yang ada untuk membenahi masalah mendasar dalam mengentaskan kemiskinan dan membenahi prasarana dasar infrastruktur di daerah tertinggal," katanya.
(S034/A039)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga