Jumat, 31 Oktober 2014

Keponakan Arafat: Israel racuni Arafat dengan polonium

| 4.075 Views
id peracun yasser arafat, israel vs palestina, yasser arafat, palestina
Keponakan Arafat: Israel racuni Arafat dengan polonium
Mendiang Presiden Palestina Yasser Arafat. (REUTERS/Loay Abu Haykel/Files)
Kami menuduh Israel membunuh Yasser Arafat dengan meracuninya mengguakan zat mematikan itu,"
Ramallah, Palestina (ANTARA News) - Israel meracuni Yasser Arafat dengan zat radioaktif polonium, kata keponakan pemimpin kawakan Palestina itu pada Kamis.

"Kami menuduh Israel membunuh Yasser Arafat dengan meracuninya mengguakan zat mematikan itu," kata Nasser al-Qidwa kepada AFP mengacu pada polonium, yang bekasnya ditemukan baru-baru ini pada pakaian yang dikenakan pemimpin yang saat itu sakit.

"Mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu harus memikul tanggung jawab dan diadili," kata Qidwa, yang juga ketua Yasser Arafat Foundation.

Dugaan-dugaan bahwa pemimpin kawakan Palestina yang meninggal di satu rumah sakit Prancis November 2004 diracun muncul kembali awal pekan ini setelah stasiun televisi Al-Jazeera menyiarkan satu pnyelidikan di mana para ahli mengatakan mereka menemukan tingkat tinggi polonium pada barang-barang pribadinya.

Polonium adalah zat beracun sangat keras yang digunakan untuk membunuh mantan mata-mata Rusia yang kemudian berbalik mengecam Kremlin Alexander Litvinenko tahun 2006.Ia meninggal setelah meminum satu cangkir teh yang diberi zat beracun di satu hotel di London.

Francois Bochud , ketua Institute of Radiation Physics di Universitas Lausanne yang melakukan tes-tes itu mengemukakan kepada Al-Jazeera bahwa "polonium pentig" telah ditemukan pada barang-barang milik Arafat, tetapi penemuannya masih perlu diuji untuk mengonfirmasikan teori bahwa ia telah diracun.

Para pejabt senior Palestina mengatakan mereka akan menyetujui penggalian makamnya di Ramallah untuk memeriksa mayatnya jika keluarganya mengizinkan, dan Qidwa Kamis mengatakan mereka tidak keberatan.

"Arafat Foundation menghubungi laboratorium Swiss dan memberitahu mereka bahwa pihaknya tidak berkeberatan untuk menganalisa sampel-sampel dari mayat Presiden Palestina Yasser Arafat jika perlu," katanya.

Pada saat ia meninggal, para pejabat Palestina menuduh bahwa Arafat, 75 tahun diracun oleh Israel.
(H-RN/B002) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga