Sabtu, 30 Agustus 2014

Hatta: pendanaan infrastruktur jadi pertimbangan

Jumat, 13 Juli 2012 00:57 WIB | 3.115 Views
Hatta: pendanaan infrastruktur jadi pertimbangan
Menko Perekonomian Indonesia Hatta Rajasa (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pembicaraan dengan Bank Dunia menghasilkan satu pertimbangan untuk mewujudkan skema baru pendanaan proyek infrastruktur yang membutuhkan dana investasi besar.

"Misalkan ada pihak swasta yang hendak mengerjakan proyek, World Bank bisa mengeluarkan dana katakanlah sekitar 20 persen dari total belanja. Nanti dileverage oleh bank-bank lain, dijadikan package, dan diberikan jaminan sebelum dikerjakan BUMN atau swasta," ujarnya seusai menerima kunjungan Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis.

Menurut Hatta, skema baru yang menjadi usulan tersebut dapat menjadi solusi pembiayaan efektif, karena tidak melewati proses sub loan agreement yang memakan banyak waktu.

"Skema ini akan kita dalami, kalau tepat maka banyak proyek infrastruktur besar yang bisa dikerjakan oleh swasta dengan pendanaan dari World Bank," katanya.

Ia menjelaskan ide tersebut akan ditindaklanjuti dengan lebih serius, karena Indonesia tidak memiliki anggaran cukup untuk membangun proyek infrastruktur besar yang menghabiskan banyak biaya.

"Selama ini, inilah yang kami inginkan, skema pendanaan infrastruktur yang besar. Ini adalah salah sesuatu yang tepat," kata Hatta.

Hatta juga menambahkan dalam pertemuan yang berlangsung hampir selama dua jam tersebut, pemerintah juga membahas mengenai UU Pengadaan Lahan yang diharapkan menjadi salah satu faktor untuk memperlancar pembangunan infrastruktur.

"Kalau sebelumnya World Bank suka frustasi untuk membebaskan lahan, sekarang kita percepat dengan UU lahan yang baru," katanya.

Selain membicarakan mengenai infrastruktur, Hatta menjelaskan pertemuan juga membahas mengenai perluasan akses keuangan kepada masyarakat atau inklusi keuangan serta jaminan pengaman sosial.

"Kami juga berbicara financial inclusion dan social protection," katanya.
(ANT)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga