Senin, 20 Oktober 2014

Pemerintah petakan daerah rawan pangan

| 3.475 Views
id ketahanan pangan, peta ketahanan pangan, badan ketahanan pangan nasional, Tjuk Eko Hari Basuki
Memang ada sejumlah daerah yang rawan pangan tapi itu bisa diatasi. Kami terus memetakan daerah rawan pangan sebagai bentuk antisipasi,"
Palu (ANTARA News) - Badan Ketahanan Pangan saat ini tengah memetakan daerah rawan pangan di Indonesia untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat pada jangka panjang.

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan pada Badan Ketahanan Pangan Tjuk Eko Hari Basuki dalam sebuah diskusi di Palu, Kamis, mengatakan secara umum ketahanan pangan di Indonesia berada dalam kondisi aman.

"Memang ada sejumlah daerah yang rawan pangan tapi itu bisa diatasi. Kami terus memetakan daerah rawan pangan sebagai bentuk antisipasi," kata Tjuk Eko.

Hingga tahun 2012, Badan Ketahanan Pangan telah membantu sekitar 3.000 desa di seluruh Indonesia yang terindikasi rawan pangan.

Dia juga mengatakan, untuk mewujudkan ketahanan pangan pemerintah juga berupaya melindungi petani dengan berbagai program untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraannya.

Tjuk Eko mengatakan pemerintah juga berupaya mempertahankan cadangan beras nasional untuk meredam gejolak pasokan dan harga.

"Kami juga mendorong pemerintah daerah untuk menumbuhkan cadangan pangan dengan merivitalisasi lumbung pangan di masyarakat," katanya.

Selain itu, katanya, untuk menciptakan ketahanan pangan juga didorong adanya perubahan perilaku atau budaya makan dengan pola konsumsi pangan beragam, bergizi dan aman.

"Kami harus menggali dan memanfaatkan budaya pangan setempat, terutama selain beras," ujarnya.

Jadi, menurutnya, bantuan pemerintah nantinya tidak hanya raskin (beras untuk masyarakat miskin) namun pangkin (pangan untuk masyarakat miskin).

Tjuk Eko juga berharap masyarakat mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan untuk diversifikasi pangan.

Oleh sebab itu, diharapkan konsumsi beras per kapita bisa turun sebesar 1,5 persen per tahun.

Badan Ketahanan Pangan memperkirakan luas tanam padi di Indonesia pada 2012 mencapai 14 juta hektare, dan pada 2014 diharapkan menjadi 15,3 juta hektare.

Sementara produksi padi pada 2012 diprediksi sebanyak 67,8 juta ton gabah kering giling (GKG), dan pada 2014 akan sebanyak 76,6 juta ton GKG atau beras sebanyak 43 juta ton.

(R026/E001)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga