Minggu, 21 Desember 2014

Polisi Surabaya tembak mati komplotan penjahat

| 2.796 Views
id kriminal penembakan perampok, penembakan penjahat, Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, AKP Agung Pribadi
Kami terpaksa melakukannya karena pelaku melawan dengan senjata tajam dan mengancam nyawa polisi. Bahkan tembakan peringatan pun tidak diindahkannya,"
Surabaya (ANTARA News) - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya kembali menembak mati dua pelaku yang termasuk dalam komplotan penjahat "kelas kakap", Jumat dini hari.

"Kami terpaksa melakukannya karena pelaku melawan dengan senjata tajam dan mengancam nyawa polisi. Bahkan tembakan peringatan pun tidak diindahkannya," ujar Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, AKP Agung Pribadi, kepada wartawan di Kamar Jenazah RSU dr Soetomo Surabaya.

Dengan ditembaknya dua pelaku ini, berarti polisi telah menembak empat penjahat spesialisasi pencurian kendaraan bermotor dan pelaku kejahatan jalanan, hanya dalam dua malam.

Sebelumnya, dua pelaku berinisial Dul (32) asal Pasuruan, dan Abl (33) asal Sampang, Madura. Keduanya termasuk dalam sebuah komplotan yang beraksi di beberapa kota, khususnya di Jawa Timur.

Kali ini, pelaku yang ditembak mati yakni berinisial Lil (35) dan Rof (33), keduanya warga asal Pasuruan.

"Tapi tidak ada hubungan antara pelaku yang kami bekuk sebelumnya dengan pelaku sekarang. Mereka berbeda komplotan, tapi sepak terjang dan catatan kejahatannya tidak jauh beda," tukasnya.

Agung menjelaskan, komplotan ini sudah termasuk dalam target operasi oleh polisi dan anggotanya mayoritas residivis. Tidak hanya beraksi di Surabaya dan beberapa kota di Jatim, komplotan ini kerap meresahkan warga dimana saja, termasuk di luar Jatim.

Sebelum ditembak mati, kedua pelaku ini kepergok polisi beraksi di kawasan MERR Surabaya setelah merampas kendaraan. Tidak ingin buruannya hilang, polisi mengejar dan memberhentikan komplotan yang jumlahnya lebih dari dua orang ini tepat di kawasan Jalan Kalijudan.

Karena berusaha melawan ketika akan dibekuk, polisi bertindak tegas. Dua peluru bersarang tepat di dada kedua pelaku. Polisi juga menyita senjata tajam milik pelaku yang memang dikenal berbahaya ketika menjalankan aksinya.

"Kalau melawan, pelaku tidak segan-segan melukai korbannya. Biasanya mereka beraksi malam hari dan sasarannya sepeda motor serta tas yang dibawa korban," kata Agung Pribadi.

Kedua jenazah pelaku saat ini menjalani autopsi dari tim dokter di RSU dr Soetomo Surabaya. Agung mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati selama perjalanan malam hari, apalagi ketika melintas di tempat sepi.
(ANT-165/E001)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca