Sabtu, 1 November 2014

Pemberontak tunjukkan puing pesawat yang ditembak jatuh

| 4.265 Views
id pesawat militer kolombia jatuh, pemberontah farc tembak pesawat, kolombia
Montanas Del Cauca, Kolombia (ANTARA News) - Pemberontak kiri Kolombia hari Kamis menunjukkan kepada wartawan dan anggota Komite Internasional Palang Merah (ICRC) puing-puing pesawat militer yang mereka klaim ditembak jatuh.

Puing-puing pesawat itu, serta jasad salah satu dari dua orang awak Angkatan Udara Kolombia, ditunjukkan di sebuah lokasi terpencil di kawasan pegunungan Cauca, Kolombia baratdaya.

Pemberontak menyatakan menembak jatuh pesawat Embraer Super Tucano buatan Brasil dan mereka akan menyerahkan mayat itu kepada ICRC.

Angkatan Udara Kolombia mengatakan, dua orang awak yang berada di pesawat ringan turboprop itu tewas, namun mereka tidak mengetahui keberadaan mayat yang satunya.

Pesawat tempur yang terbang rendah itu hilang Rabu ketika membantu militer memerangi pemberontak kiri, kata Marsekal Tito Pinilla kepada media setempat.

Pesawat Super Tucano itu, yang dirancang untuk melakukan dukungan dan pengintaian udara, membantu pasukan Kolombia memerangi geriyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), yang banyak berkeliaran di wilayah itu.

Pesawat itu hilang tak lama setelah Presiden Juan Manuel Santos melakukan unjuk kekuatan dengan mengunjungi kota Toribio, yang juga berada di Cauca, untuk mengadakan pertemuan dewan keamanan.

Toribio, yang memiliki penduduk asli dalam jumlah besar, diserang gerilyawan sejak akhir pekan. Delapan orang cedera dalam serangan-serangan itu, yang membuat banyak warga kota itu mengungsi untuk sementara, kata beberapa pejabat.

Tembakan terdengar dari daerah perbukitan berdekatan ketika Santos bertemu dengan pihak berwenang kota itu pada Rabu. Suara helikopter berdengung di daerah tersebut.

Penduduk asli di kawasan itu meminta baik pasukan maupun gerilyawan untuk pergi.

Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), kelompok gerilya kiri terbesar yang masih tersisa di Amerika Latin, diyakini memiliki sekitar 9.200 anggota di kawasan hutan dan pegunungan di Kolombia, menurut perkiraan pemerintah. Kelompok itu memerangi pemerintah Kolombia sejak 1964.

Pemimpin FARC Timoleon Jimenez pada April membantah bahwa usulan negosiasi dengan pemerintah mengisyaratkan gerilyawan berniat segera menyerahkan diri.

Pemimpin FARC itu mengatakan, kesenjangan kaya-miskin di Kolombia harus menjadi salah satu masalah yang dibahas dalam perundingan mendatang, demikian AFP.
(M014)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga