Kamis, 23 Oktober 2014

Ketua MA lantik 18 ketua pengadilan tinggi

| 4.007 Views
id Hatta Ali, ketua ma, pengadilan tinggi, tipikor
Ketua MA lantik 18 ketua pengadilan tinggi
Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali (FOTO ANTARA)
Pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali melantik dan mengambil sumpah jabatan 18 ketua pengadilan tinggi yang terdiri atas 10 ketua pengadilan tinggi/tindak pidana korupsi dan delapan ketua pengadilan tinggi agama.

Para ketua pengadilan tinggi itu adalah:

1. Mabruq Mur sebagai ketua PT/Tipikor Banding Jayapura
2. Sabirin Janah sebagai ketua PT/Tipikor Banding Padang
3. Anasroel Haroen sebagai ketua PT/Tipikor Banding Maluku Utara
4. I Made Ariwangsa sebagai ketua PT/Tipikor Banding Pontianak
5. Dam Dam Bachtiar sebagai ketua PT/Tipikor Banding Gorontalo
6. A TH Pudjiwahono sebagai ketua PT/Tipikor Banding Banten
7. Andarias Kadang Paruasan sebagai ketua PT/Tipikor Banding Kupang
8. Moerino sebagai ketua PT/Tipikor Banding Bangka Belitung
9. Gimin Aris Wardjojo sebagai ketua PT/Tipikor Banding Kendari
10. Nommy HT Siahaan sebagai ketua PT/Tipikor Banding Pekanbaru
11. Chatib Rasyid sebagai ketua PT Agama Bandung
12. Wildan Suyuti sebagai ketua PT Agama Semarang
13. Said Husin sebagai ketua PT Agama Bengkulu
14. Djajusman sebagai ketua PT Agama Kupang
15. Yasmidi sebagai ketua PT Agama Palembang
16. Syamsul Falah sebagai Ketua PT Samarinda
17. Abdurahman Har sebagai ketua PT Agama Kendari
17. Abu Amar sebagai ketua PT Agama Jayapura

"Pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial, namun sebuah pengukuhan akan tugas dan amanat yang dipercayakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesional," kata Hatta Ali saat pidato pelantikan.

Menurut Hatta, tugas yang diemban oleh ketua pengadilan tinggi selaku ketua peradilan tingkat banding semakin berat dan harus dilaksanakan sesuai dengan sumpah yang baru diucapkan.

Ketua MA ini mengingatkan bahwa dalam Rakernas 2011 pengadilan tingkat banding berfungsi sebagai kawal depan MA, yakni menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan.

"Hal ini disebabkan pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh hakim, staf, dan karyawan di lingkungan MA mencapai 35.673 orang dan 823 satuan kerja tidak mungkin dapat dilaksanakan MA sendiri.

Oleh karena itu "setiap pengadilan tingkat banding harus melakukan pengawasan dan pembinaan dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada badan peradilan," demikian Hatta.
(J008)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga