Jakarta (ANTARA News) - Para ilmuwan dari Technische Universität Hamburg-Harburg dan Christian-Albrechts-Universität zu Kiel Jerman telah membuat material teringan di bumi yang disebut Aerografit.

"Bahan masa depan ini mempunyai tingkat kepadatan sangat rendah yaitu 0,2 miligram per sentimeter kubik," demikian disebut dalam pengumuman resmi Technische Universität Hamburg-Harburg.

Komposisi Aerografit, seperti disebut dalam pengumuman resmi itu, terdiri atas 99,99 persen udara yang diselingi jaringan tabung karbon halus berukuran nano meter.

Bahan Aerografit ditemukan oleh Karl Schulte dan Matthias Mecklenburg dari Technische Universität Hamburg-Harburg dan Rainer Adelung dari Christian-Albrechts-Universität zu Kiel.

Schulte mengatakan para peneliti menemukan Aerografit ketika mencari struktur karbon tiga dimensi silang.

Bahan ini berkemampuan layaknya spons, mengandung elektro konduktif, dan kebal bahan kimia sehingga dapat digunakan dalam beragam perangkat elektronik termasuk baterai.

Sebelumnya, julukan bahan teringan dipegang oleh 'metallic microlattice' yang mempunyai kepadatan 0,9 miligram per sentimeter kubik dan 'aerogel' dengan kepadatan satu miligram per sentimeter kubik.
(I026)