Jumat, 31 Oktober 2014

Indonesia-Malaysia bersama hadapi kampanye anti-sawit

| 4.237 Views
id kampanye anti-sawit, kampanye negatif sawit, penolakan produk sawit
Indonesia-Malaysia bersama hadapi kampanye anti-sawit
Tahun 2011 produksi minyak kelapa sawit Indonesia mencapai 25,2 juta ton dan Malaysia sebanyak 18,8 juta ton. Tahun ini produksi minyak sawit Indonesia diperkirakan meningkat 1-1,4 juta ton dari tahun lalu.(ANTARA/Kiki Cahyadi)
Yogyakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk menangani secara efektif kampanye negatif terkait produksi minyak kelapa sawit yang dilakukan oleh kalangan lembaga swadaya masyarakat dari negara Barat, kata Menteri Pertanian Suswono.

"Penanganan secara efektif harus dilakukan karena kampanye antiminyak sawit oleh kalangan lembaga swadaya masyarakat dari negara Barat masih berlangsung secara intensif," katanya di sela pertemuan tingkat menteri antara Indonesia dan Malaysia di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Suswono, kedua negara sepakat untuk melanjutkan upaya bersama mengatasi permasalahan yang dihadapi melalui jalur diplomasi dan politik maupun argumentasi ilmiah.

Pemerintah Indonesia dan Malaysia, kata dia, antara lain akan melakukan pendekatan ke para pembuat kebijakan di negara pengimpor minyak sawit.

"Kedua negara secara bersama-sama telah menyampaikan masukan kepada institusi terkait di negara pengimpor untuk membuktikan bahwa minyak sawit memiliki tingkat pengurangan emisi gas rumah kaca yang lebih besar daripada hasil penelitian mereka," katanya.

Bersama Menteri Industri Perladangan dan Komoditi Malaysia Tan Sri Bernard Dompok, Suswono berencana melakukan misi bersama ke beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat untuk mengatasi hambatan dalam perdagangan komoditas tersebut.

Indonesia dan Malaysia, yang sampai sekarang tercatat sebagai produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia, akan berusaha meningkatkan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik tentang produksi minyak kelapa sawit secara berlanjut.

Beberapa lembaga nonpemerintah menyerukan pengurangan penggunaan minyak kelapa sawit dan produk berbahan minyak kelapa sawit karena menilai pengusahaan komoditas tersebut menyebabkan kerusakan hutan dan memberikan kontribusi besar pada peningkatan emisi gas rumah kaca.

(B015*H010)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga