Jakarta (ANTARA News) - Rencana Bank Indonesia mengeluarkan peraturan baru terkait pembatasan kepemilikan saham, akan membuka peluang bagi bank pemerintah yang berstatus BUMN untuk mengakusisi 13 bank kecil.

"Akuisisi terhadap bank berskala kecil merupakan cara cepat bagi bank pemerintah untuk mendorong pertumbuhan, ketimbang mengandalkan pertumbuhan internalnya," kata analis keuangan KATADATA, Lin Che Wei, dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Jumat.

Melalui riset yang dilakukan KATADATA, 13 bank yang dinilai berpotensi terakuisisi itu disebabkan oleh faktor keterbatasan permodalan dan persoalan kinerja keuangan yang menghadapkan mereka kepada persaingan di industri perbankan yang semakin sengit.

Ketiga belas bank tersebut adalah Bank Antardaerah, Bank Artha Graha Internasional, Bank Mutiara, Anglomas Internasional Bank, Bank Kesejahteraan Ekonomi, Bank Mayora, Bank Multi Arta Sentosa, dan Bank Pundi Indonesia.

Selanjutnya adalah Bank Sahabat Sampoerna, Bank Victoria Internasional, Bank Yudha Bhakti, Prima Master Bank, serta Bank DKI.

Menurut Lin, fokus analisis yang dilakukan terhadap 65 bank dengan aset di bawah Rp50 triliun menunjukkan ketiga belas bank tersebut memiliki peringkat C, D, E dari berbagai faktor penilaian.

"Kami menilai tingkat kesehatan dan kinerja bank berdasarkan faktor modal, aset, manajemen, pendapatan, dan likuiditas," kata Lin.

Selain itu, kata Lin, pihaknya juga menggunakan indikator tambahan CASA (cash account saving account) untuk mengukur kemampuan bank dalam menghimpun dana murah dari nasabah.

"Bank besar yang berpotensi mengakuisisi bank-bank kecil itu adalah bank yang memiliki rasio kelayakan modal (CAR) yang tinggi dan RoE (return of equity) yang besar seperti Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI," kata Lin.

Menurut Lin, keuntungan yang didapat bagi Bank BUMN yang nantinya akan mengakuisisi bank kecil itu diantaranya adalah pengembangan "market share", pemanfaatan kekhususan bisnis bank kecil, serta memperbesar "barrier to entry persaingan terhadap bank BUMN.

"Kelompok bank beraset di bawah Rp50 triliun ini menguasai 20 persen pangsa pasar, sehingga akuisisi bisa mendongkrak aset dan penyaluran kredit bank BUMN," katanya.

(P012)