Minggu, 26 Oktober 2014

Konsumsi dan investasi dorong pertumbuhan ekonomi

| 3.512 Views
id pertumbuhan ekonomi, sri mulyani, bank dunia
Konsumsi dan investasi dorong pertumbuhan ekonomi
Sri Mulyani Indrawati. (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
"Krisis atau risiko yang mulai tampak mungkin dari segi harga komoditas yang mulai menurun."
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa sektor konsumsi dan investasi yang masih terjaga dapat menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi pada 2012.

"Dari sisi sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri, terutama dari konsumsi dan investasi masih cukup kuat," ujarnya saat ditemui seusai berkunjung di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.

Menurut Sri Mulyani, sistem perbankan dan sistem keuangan secara keseluruhan masih terjaga sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan masih tahan terhadap krisis dan mencapai angka enam persen.

"Sistem perbankan dan sistem keuangan secara umum terjaga stabilitas, maka pertumbuhan ekonomi itu paling tidak menjaga tingkat pertumbuhan yang cukup," katanya.

Namun, mantan menteri keuangan itu mengatakan bahwa Indonesia harus mewaspadai penurunan harga komoditas internasional dan volume yang turun karena berkontribusi terhadap penurunan pertumbuhan ekspor dalam beberapa tahun terakhir.

"Krisis atau risiko yang mulai tampak mungkin dari segi harga komoditas yang mulai menurun, terutama untuk Indonesia dan ekspor yang melemah. Itu dua hal yang mungkin memengaruhi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2012," katanya.

Ia menjelaskan, lingkungan global saat ini tidak sekuat dua tahun yang lalu ketika krisis bermula, dan kondisi tersebut dapat mempengaruhi perekonomian dunia serta berdampak kepada negara berkembang.

"Terus meningkatkan persiapan menghadapi krisis merupakan prioritas kebijakan bagi negara-negara seperti Indonesia dan penting untuk mendorong reformasi dan investasi untuk mendukung pertumbuhan jangka menengah," ujar Sri Mulyani.

Menurut dia, krisis finansial tersebut dapat menimbulkan risiko dan mempengaruhi kepercayaan pasar serta secara keseluruhan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global, apabila tidak diantisipasi secara maksimal.

"Dari sisi penularan krisis finansial itu akan menimbulkan resiko yang perlu untuk dijaga dan itu juga mempengaruhi confidence," katanya.  (*)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga