Sabtu, 1 November 2014

Kemenkop berharap OVOP jadi gerakan nasional

| 2.669 Views
id kementerian koperasi, one village one product, ovop
Oleh karena itu, kami menilaiOVOP layak menjadi gerakan nasional
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Koperasi dan UKM berharap program One Village One Product (OVOP) menjadi gerakan nasional di seluruh Indonesia.

"Kami berharap ke depan akan tumbuh kesadaran yang lebih luas lagi di daerah dan menjadi suatu gerakan nasional di seluruh Indonesia dalam pengembangan produk unggulan desa dengan pendekatan OVOP," kata Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, program OVOP terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai tempat di Indonesia melalui pengembangan produk unggulan desanya.

Sejumlah daerah yang telah mengembangkan program produk unggulan desa yang dinilainya sukses adalah Kintamani, Bali, dan Lampung dengan kopi luwak, Kulonprogo DIY dengan gula merah, Bantul DIY dengan gerabah, Tasik Malaya dan Bukittinggi dengan kerajinan bordir, Pacitan dengan batik tulis, Sintang dan Bangka Belitung dengan kerajinan tenun.

"Oleh karena itu, kami menilaiOVOP layak menjadi gerakan nasional," katanya.

Pihaknya belum lama ini melaksanakan Temu Nasional berbagai pemangku kepentingan untuk menyinergikan dan menyinkronisasikan program dan kegiatan dalam pengembangan produk unggulan desa dengan pendekatan OVOP.

"Pada kesempatan yang sama kami juga memperkenalkan berbagai produk unggulan desa yang sudah dan akan difasilitasi dalam program OVOP," katanya.

Wayan menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam pengembangan OVOP terutama yang memiliki basis koperasi di berbagai daerah.

Menurut dia, OVOP terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sehingga mampu menekan arus urbanisasi.

Pihaknya bahkan sempat mendatangkan ahli OVOP dari Jepang dan Taiwan di antaranya Director of International Affairs Office SME Agency METI Japan, Hiromichi Moriyama, sebagai nara sumber bagi pelaku OVOP di Tanah Air.

Ke depan Wayan menargetkan semua desa di seluruh Indonesia mengembangkan produk unggulan desanya masing-masing melalui konsep OVOP dengan pendekatan koperasi.

OVOP juga dinilainya potensial mempercepat proses transformasi teknologi dari kota ke desa sehingga arus urbanisasi bisa ditekan.

"Untuk mencapai target semua desa kembangkan produk unggulan daerah, maka upaya ini harus menjadi program nasional," katanya.

Ia berpendapat, program itu harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat pusat sampai daerah.

Koordinasi dan sinergi yang baik, katanya, akan mampu menghasilkan dan mengangkat produk unggulan desa sekaligus memperbaiki kehidupan rakyat banyak.

"Pada sisi lain saya melihat bahwa pengembangan produk unggulan desa akan mendorong perkembangan sektor lain di antaranya sektor pariwisata," katanya.

(H016)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga