Sabtu, 1 November 2014

Gerindra kaji kemenangan Jokowi-Ahok untuk Pilgub Jabar

| 3.558 Views
id pilgub jabar, gerinda jabar, jadi barometer
Untuk Pak Jokowi sudah jelas, tidak memiliki cacat dalam track recordnya, terutama selama menjadi Walikota Solo. Ahok pun memiliki keunggulan tersendiri. Walaupun datang dari kalangan minoritas namun dirinya memiliki kecerdasan dan kemampuan lebih."
Bandung (ANTARA News) - Keunggulan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta akan dijadikan sebagai bahan kajian bagi DPD Partai Gerindra Jawa Barat terkait pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar pada 24 Februari 2013.

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Oo Sutisna ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat, menuturkan walaupun tidak sepenuhnya meniru dari sisi tampilan kedua sosok pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Akan tetapi, lanjut Oo, setidaknya dari unsur-unsur seperti kesederhanaan, kecerdasan serta kejujuran yang dimiliki pasangan tersebut akan menjadi sebagai acuan atau barometer partainya dalam meraih kemenangan di Pilgub Jabar.

"Apabila dilihat bahwa di Pilgub Jabar nanti maka kemungkinan akan sama dengan DKI, walaupun dalam memunculkan calon yang akan kami usung nanti akan berbeda dari sisi penampilannya dengan Jokowi-Ahok," katanya.

Menurut dia, figur Jokowi dan Ahok mempunyai karakteristik dasar seorang pemimpin yang jujur, cerdas dan merakyat kemudian juga memiliki keikhlasan dalam niatan untuk menjadi pemimpin rakyat DKI Jakarta.

"Untuk Pak Jokowi sudah jelas, tidak memiliki cacat dalam track recordnya, terutama selama menjadi Walikota Solo. Ahok pun memiliki keunggulan tersendiri. Walaupun datang dari kalangan minoritas namun dirinya memiliki kecerdasan dan kemampuan lebih," ujar dia.

Oleh karena itu, pihaknya menilai bahwa kedua sosok itu menjadi perpaduan yang sederhana namun kesederhanaan itu bukanlah rekayasa atau tidak seperti figur kebanyakan yang kerap secara tiba-tiba merakyat ketika mempunyai kepentingan politiknya.

"Dan bahkan yang nggak pernah menginjak sawah pun tiba-tiba mengenakan totopong (topi petani). Langkah kamuflase seperti ini justru berbahaya karena dia telah membohongi rakyat dan juga dirinya," kata Oo.

Dikatakannya, masyarakat Jawa Barat saat ini telah cerdas dalam menentukan sikap politik dan memiliki sikap memilih calon yang dibutuhkan sebagai pemimpin.

"Namun di satu sisi lainnya kondisi rakyat Jawa Barat hingga kini belum selesai dari penderitaan. Makanya Semua itu menjadi bahan kajian bagi Gerindra Jabar," kata dia.

Terkait pelaksanaan Pilgub Jawa Barat yang tinggal beberapa bulan lagi, Partai Gerindra sendiri sudah menentukan sikap hanya akan mengambil posisi wakil gubernur Jabar.

Untuk mendapatkan calon wakil gubernur yang akan diusung pada Pilgub Jabar 2013, sebelumnya DPD Partai Gerindra Jawa Barat telah menjaring sebanyak 12 bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jabar.

Namun hingga saat ini, DPD Partai Gerindra Jawa Barat belum mengumumkan siapa calon yang akan diusung sebagai calon wakil gubernur Jabar dari partainya tersebut karena masih dalam pembahasan di tingkat DPP Partai Gerindra. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga