Sabtu, 20 September 2014

Polres Bogor tempatkan 250 personel di Cisalada

Jumat, 13 Juli 2012 20:34 WIB | 3.257 Views
Bogor (ANTARA News) - Sebanyak 250 personel Polres Bogor diturunkan dalam pengamankan Kampung Cisalada, Desa Ciampea Udik Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, menyusul aksi pelemparan batu di kampung Ahmadiyah tersebut, Jumat.

"Untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan kita mengerahkan 250 personel untuk pengamanan di sekitar lokasi," kata Kapolres Bogor, AKBP Hery Santoso.

Kapolres menyebutkan, para personel merupakan anggota gabungan dari Polres Bogor dan sejumlah Polsek terdekat.

Para personel tersebut disebar ke sejumlah wilayah dan melakukan pengawasan di sekitar lokasi.

Menurut Kapolres pengamanan dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Kapolres menyebutkan, keributan yang terjadi dimana warga non Ahmadiyah melempari rumah sejumlah warga Ahmadiyah.

Koflik keduanya terjadi dipicu oleh kedatangan wartawan asing yang melakukan peliputan di kampung Ahmadiyah tersebut.

"Warga Kampung Kebon Kopi melihat ada empat orang asing datang ke kampung Ahmadiyah. Mereka datang tanpa izin kepala desa dan melakukan peliputan di wilayah tersebut," kata Kapolres.

Untuk meredam aksi warga, petugas pun mengamankan lokasi dan melakukan penjagaan ketat.

Sementara empat orang wartawan asing langsung diamankan ke Mapolres Bogor untuk menjalani pemeriksaan oleh pihak Imigrasi.

Berdasarkan informasi di lapangan peristiwa pelemparan batu terjadi setelah Shalat Jumat atau sekitar pukul 13.00 WIB.

Warga yang marah karena masuknya empat wartawan asing tanpa izin ke Kampung Ahmadiyah langsung mendatangi kampung tersebut.

Diduga terjadi keributan hingga akhirnya warga saling lempar menggunakan batu. Sebanyak lima rumah warga Ahmadiyah rusak akibat lemparan batu.

Kerusakan yang terlihat seperti genteng rumah pecah, dan kaca jendela yang rusak dihantam batu.

Selain itu, dikabarkan seorang warga bernama Endang Suherman (38) terluka akibat keributan tersebut.

Aksi serupa di kampung Ahmadiyah Cisalada sempat pecah pada Oktober 2010 silam.

Dalam peristiwa tersebut satu orang mengalami luka akibat bacokan.

Menurut Usman (45) warga Ahmadiyah, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba.

"Kami tidak tahu apa sebabnya tiba-tiba sekitar 100 orang datang lalu menyerang sejumlah rumah di kampung kami," katanya.

Usman mengakui memang saat itu ada empat wartawan asing yang datang ke perkampungan Ahmadiyah. Mereka sudah berada di sana sejak Selasa (10/7). Kedatangan empat orang asing tersebut adalah ingin meliput kehidupan masyarakat di kampung tersebut.

"Mereka katanya mau liputan di kampung sini, karena bagi kami tidak ada masalah mereka datang," kata Usman.

Usman mengaku saat keributan terjadi dirinya melihat langsung warga yang datang melakukan pelemparan.

Aksi pelemparan tersebut menyebabkan atap dan jendela lima rumah warga Ahmadiyah rusak.

Kelima rumah tersebut masing-masing milik Dayat, Munawar, Ismail, Rahmat dan Baasyir. (LR)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca