Senin, 1 September 2014

Pemkab Basel minta masyarakat lestarikan bahasa daerah

Sabtu, 14 Juli 2012 08:37 WIB | 2.067 Views
Toboali, Bangka Selatan (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meminta kepada masyarakat setempat untuk tetap melestarikan bahasa daerah karena bahasa daerah merupakan lambang idenstitas suatu daerah.

"Bahasa daerah itu memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan suatu daerah sehingga wajib untuk dilestarikan agar tidak punah dimakan kemajuan zaman," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bangka Tengah, Hartini di Toaboali, Sabtu.

Ia mengatakan, untuk melestarikan bahasa daerah itu masyarakat sebaiknya harus tetap menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan logat dan ciri khas suatu daerah.

Kemudian para orang tua atau para pemuka agama harus bisa memberikan bimbingan kepada generasi muda untuk tetap menggunakan bahasa daerah yang sopan dan bertingkahlaku yang baik dan benar sesuai dengan tempat dimanapun mereka berada.

Sebab, semua itu baik bahasa, budaya dan adat istiadat yang ada di setiap daerah merupakan tanggung jawab masyarakat untuk menjaga dan melestarikannya dengan baik kepada generasi muda di masa yang akan datang.

"Saat ini penggunaan bahasa daerah di masyarakat sudah mulai berkurang dan diubah-ubah akibat kemajuan zaman terutama perkembangan sinetron di televisi," ujarnya.

Menurut dia, masyarakat menggunakan bahasa sinetron dan dicampur dengan bahasa daerah sehingga terdengar janggal dan tidak masuk akal.

Hartini berharap masyarakat tidak mengembangkan tata bahasa yang tidak masuk akal tersebut, di samping itu bahasa pergaulan itu tidak akan kekal semuanya akan berubah seiring perkembangan zaman.

Jadi selama masyarakat terutama para generasi muda bisa mengikuti perkembangan bahasa pergaulan yang dianggap gaul itu tidak akan pernah habis dan bahkan bisa dikatakan kurang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

"Para generasi muda yang menggunakan bahasa gaul seperti layaknya di sinetron di televisi itu hanya sekedar mengikuti trend atau mode akan tetapi semuanya tidak ada gunanya," kata Hartini.

Dengan demikian, lanjutnya sebaiknya kita bersama-sama mengembangkan bahasa daerah menjadi bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari sehingga bahasa itu akan tetap terjaga dengan baik.

Di samping itu, katanya, bahasa daerah merupakan bahasa sejarah yang wajib untuk dihormati dan dilestarikan oleh generasi muda sampai pada masa-masa yang akan datang.

(KR-WRA)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga