Rabu, 22 Oktober 2014

Perusahaan tambang penyuap Kepala Kantor Pajak Bogor

| 3.912 Views
id korupsi KPK, kelapa kantor pelayanan pajak bogor, korupsi pajak, kejaksaan tinggi jawa barat, PT Gunung Emas Abadi
"Hingga jadinya Rp1,2 miliar."
Jakarta (ANTARA News) - Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Aspidsus Kejati Jabar), Jaya Kesuma, menyatakan bahwa tersangka Endang Dyah yang diduga memberikan suap kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bogor, Anggrah Suryo, berasal dari perusahaan tambang batubara PT Gunung Emas Abadi.

"Perusahaannya bergerak di tambang batu bara," katanya ketika dihubungi ANTARA News melalui telepon selulernya dari Jakarta, Sabtu.

Endang Dyah (EA) ditetapkan sebagai tersangka bersama Ketua Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bogor, Anggrah Suryo (AS), setelah ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap dari penanganan pajak.

Ia menjelaskan, EA menyuap AS untuk mengurangi besaran pembayaran pajak perusahaannya yang mencapai kisaran antara Rp21,5 miliar sampai Rp22 miliar.

AS selaku Kepala KPP Bogor menyanggupi besaran pembayaran pajak itu bisa dikurangi mencapai angka Rp1,5 miliar, dan hingga terjadi tawar menawar untuk mengurangi pembayaran tersebut.

"Hingga jadinya Rp1,2 miliar," katanya.

Kemudian, AS diberi uang jasa oleh EA senilai Rp300 juta sekaligus untuk menggenapkan jasa penurunan biaya pembayaran pajak tersebut.

"Uangnya dalam bentuk ratusan ribu rupiah, dan dijadikan barang bukti," katanya.

Penangkapan terhadap tersangka tersebut di kawasan Perumahan Kota Legenda Cibubur, Jakarta Timur, pada pukul 10.25 WIB, Jumat (13/7)

Uang senilai Rp300 juta yang diduga hasil suap berhasil disita KPK.

Saat ini, AS ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Kebon Waru Bandung sedangkan EA ditahan di di Rutan Wanita Sukamiskin, Bandung. Keduanya ditahan setelah menjalani pemeriksaan secara intensif di kantor Kejati Jabar sejak pukul 02.00 WIB pada Sabtu.
(T.R021/Z002)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga