Kamis, 28 Agustus 2014

Cuplikan hidup Soekarno dalam "Dharma Gita Maha Guru 2012"

Minggu, 15 Juli 2012 19:15 WIB | 6.434 Views
Cuplikan hidup Soekarno dalam
Dharma Gita Maha Guru 2012 (ANTARA/Zabur Karuru)
Jakarta (ANTARA News) - Portugis dengan kapal lautnya datang ke nusantara pada 1511 tepat di malam bulan purnama.

Anak-anak yang sedang asik bermain congklak, kuda-kudaan, diiringi lagu "jaranan", terkaget-kaget dan lari berhamburan. Inilah tanda dimulainya era kolonialisme di bumi nusantara.

Setelah itu, Belanda juga datang ke nusantara. Mereka menggantikan peran Portugis, sama-sama menjajah.

Dalam Teater "Dharma Gita Maha Guru 2012", Penjajahan Belanda itu digambarkan dengan tokoh pewayangan Rahwana yang menculik Dewi Shinta.

Sampai akhirnya pada 6 Juni 1901, Belanda dikagetkan oleh sebuah peristiwa. Bertepatan dengan meletusnya Gunung Kelud, lahirlah sang "Maha Guru" Soekarno.

Teater berdurasi dua setengah jam itu bercerita tentang perjalanan hidup Soekarno. Biarpun hanya cuplikan-cuplikan, namun teater ini mencoba merangkum kisah Soekarno mulai dari lahir, belajar, dipenjara, menjadi Presiden Republik Indonesia, peristiwa Gerakan tiga puluh September, sampai akhir hayat.

Rachmawati Soekarnoputri yang bertindak sebagai produser dan sutradara, memasukkan banyak unsur tari dalam teater kisah hidup ayahnya itu. Mulai dari tari tradisional sampai modern, terlihat menghiasi setiap terjadi pergantian babak.

Bahkan, porsi tari terlihat lebih banyak jika dibandingkan dengan dialog antaran pemain.

Ada juga penampilan lucu dari komedian Tarzan dan Kadir yang bisa memberikan tawa. Mereka hadir dalam peran oportunis yang selalu patuh pada siapapun pihak yang berkuasa

Ketika Indonesia dijajah Portugis, mereka tampil sekilas melewati panggung sambil melucu dengan membawa bendera portugis. Saat dijajah Belanda, Jepang, mereka pun melakukan hal yang sama.

"Dijajah siafafun yang fenting kita hidup enak," kata Kadir yang mendapat peran sebagai orang keturunan arab.

Rachmawati juga memasukkan lagu-lagu zaman sekarang, yang membuat derai tawa penonton. Seperti lagu "Hips Don't Lie" milik Shakira, dan "Chaiya Chaiya" milik Shahruk Khan.
 
Soekarno yang agamis
Sosok Soekarno sebagai aktor utama diperankan oleh Anjasmara. Bung Karno ditampilkan sebagai pribadi yang agamis dengan banyak mengucapkan kata-kata dari agama Islam.

Saat Soekarno datang mengunjungi petani Marhaen (Iwa K), ataupun datang ke rumah HOS Tjokroaminoto, dia mengucapkan "Assalamu'alaikum". Lalu dia pun berkata "InsyaAllah" ketika mulai membicarakan soal kemerdekaan.

Di penjara Sukamiskin, Soekarno juga digambarkan dikunjungi oleh salah satu tokoh Persatuan Islam (Persis) yang bernama Ahmad Hasan. Ketika kunjungan itu, Soekarno pun berjanji untuk terus memperjuangkan kemerdekaan pada tamunya itu dengan mengucap "InsyaAllah".

Soekarno juga diceritakan menikah dengan Fatmawati, yang dinarasikan sebagai seorang putri dari tokoh Muhammadiyah asal Bengkulu.

Saat proses menikah itu, Anjasmara menyanyikan sebuah lagu cinta dalam perannya sebagai Soekarno. Para penonton pun langsung memberikan tepuk tangan.

Rahmawati juga mengajak para penyanyi seperti Titiek Puspa, Norman Camaru, Saiful Jamil dan Iwa K kedalam teater "Dharma Gita Maha Guru 2012". Mereka semua bernyanyi di perannya masing-masing.

Beberapa artis seperti Widiawati, Prabu Revolusi, Sudjiwo Tedjo dan Emma Waroka juga meramaikan Teater yang berlangsung dari 13-15 Juli di Taman Ismail Marzuki itu.

"Saya harap tokoh Soekarno bisa kembali menjadi sosok idola ditengah-tengah generasi muda," kata Rachmawati.

Dia juga menambahkan, "Saya harap teater ini bisa jadi tontonan sekaligus tuntunan." (lod)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca