Sabtu, 25 Oktober 2014

Kiat komikus Faza Meonk populerkan karakter "Juki"

| 5.304 Views
id faza meonk, komik si juki, komik indonesia, komikus indonesia, Si Juki dan petualangan lulus UN,
Kiat komikus Faza Meonk populerkan karakter
Komikus muda Indonesia, Faza Meonk, memamerkan beberapa komik yang memunculkan karakter Juki, termasuk komik terbarunya, "Si Juki dan Petualangan Lulus UN" (foto pribadi)
Mimpi setiap komikus adalah melihat karakternya bisa bergerak jadi animasi."
Jakarta (ANTARA News) - Kalau Jepang punya karakter "Hello Kitty",  Korea Selatan punya "Pucca", maka seorang anak bangsa Indonesia sedang berjuang untuk mempopulerkan "Juki".

Komikus muda Indonesia, Faza Meonk (21), sedang mewujudkan impiannya untuk mempopulerkan karakter ciptaannya, "Juki", agar seterkenal Pucca atau Hello Kitty yang sukses mendunia mulai dari produk animasi hingga fashion.

"Juki", karakter mahasiswa lelaki yang nyeleneh, pertama kali dikenalkan Faza pada publik lewat komik yang diunggah ke jejaring sosial. Awalnya hanya iseng, dia ingin menyindir tingkah laku teman-temannya.

"Daripada nyindir lewat status (facebook) melulu, gue komikin aja kelakuan mereka, pokoknya segala macem kehidupan anak kuliahan," kata Faza pada Antara News. 

Komik strip empat panel tentang kehidupan "Juki" dan kawan-kawannya di lingkungan kampus ternyata mendapat tanggapan positif di jejaring sosial facebook. Banyak komentar dari beragam teman sekampus Faza, bahkan ada juga dari kampus lain. 

"Awalnya dari nyindir doang, gue jadi keterusan, bikin fanpage, update tiap minggu," kenang mahasiswa Desain Komunikasi Visual Bina Nusantara jurusan animasi yang mendapatkan inspirasi cerita dari pengalaman pribadi dan teman-temannya.

Menurut mahasiswa yang sedang menyelesaikan studinya itu, banyak orang yang menyarankan agar komiknya dicetak dan diterbitkan.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Di saat banyak orang lain yang karyanya ditolak para penerbit, Faza punya pengalaman yang berbeda. Dia harus memilih penerbit mana yang akan jadi tempat "Juki" bermuara.

"Gue coba kirim komik ke berbagai penerbit, semuanya diterima. Mungkin mereka melihat komik gue udah punya fanbase, jadi kalau diterbitin minimal bisa laku lah," ujar  lelaki yang didukung penuh orangtuanya untuk mendalami animasi dan komik.

Pada 2011, lahirlah komik "NGAMPUS!!! buka-bukaan aib mahasiswa", suatu hasil yang terbilang singkat karena Faza baru mulai berkomik setahun sebelumnya.

Mempopulerkan karakter
Komikus yang mengaku terinspirasi dari karya Benny dan Mice itu ingin "Juki" tidak hanya eksis di komik. 

"Gue ingin membuat produk yang berpusat di karakter," kata Faza yang sedang mengembangkan "Juki" hingga ke ranah merchandise, animasi, dan game itu.

Oleh karena itu, Faza "menghidupkan" karakter "Juki" lewat jejaring sosial seperti twitter dan fanpage facebook agar publik semakin mengenalnya.

"Kalau orang sudah kenal karakter, produk apa pun pasti akan dibeli, nggak cuma komik, tapi macam-macam," ujar lelaki yang senang menggambar sejak masih kanak-kanak.

Maka dari itu, karakter "Juki" pun muncul di komik lain seperti "Real Masjid 2", komik religi di mana Faza kebagian tugas menjadi ilustratornya. 

Hingga saat ini, "Juki" sudah tampil di lima komik, termasuk dua komik kompilasi hasil karya "keroyokan" berbagai komikus. Buku teranyar Faza baru terbit pada bulan ini, yaitu "Si Juki dan petualangan lulus UN".

Faza berharap karakter "Juki" bisa jadi pionir karakter Indonesia masa kini yang dikenal banyak orang di tanah air.

"Kalau ngomongin karakter Indonesia yang terkenal sih "Unyil" ya, tapi itu kan jaman dulu," ujar Faza yang akan segera memasarkan kaos bergambar "Juki".

Animasi Indonesia
Faza juga punya visi untuk menghidupkan "Juki" di dalam bentuk animasi. Namun, dia masih menunggu waktu yang tepat karena membuat animasi adalah pekerjaan yang melibatkan banyak orang. 

"Mimpi setiap komikus adalah melihat karakternya bisa bergerak jadi animasi," kata dia.

Bertahun-tahun menggeluti dunia animasi, Faza mengemukakan kualitas animasi Indonesia sebenarnya bagus. Satu masalah yang selalu jadi halangan adalah ketersediaan investor yang mau mengucurkan uang untuk produksi animasi. 

Faza berharap akan ada investor yang berani untuk membuka jalan bagi kesuksesan animasi Indonesia.

"Kalau udah ada animasi Indonesia yang sukses, pasti akan banyak bermunculan yang lainnya. Indonesia kan budaya latah," pungkas dia.

(nan)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga