Kendari (ANTARA News) - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, I Gede Pasek Suardhika, mengatakan, pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) hanya kalah pada babak pertama di Pemilihan gubernur DKI Jakarta.

"Andaikan ini permainan sepak bola, maka pasangan Foke-Nara ini hanya kalah di babak pertama. Tetapi saat wasit meniup pluit berakhirnya babak kedua, maka Foke-Nara yang menjadi pemenang," kata Pasek Suardhika kepada wartawan di Kendari, Minggu.

Kehadiran Pasek Suardhika yang juga merupakan ketua Komisi III DPR RI di Kendari tersebut, dalam rangka membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah (rakerda) DPD Demokrat Sultra.

Menurutnya, kegagalan meraih suara terbanyak pada putaran pertama karena banyak pemilih Foke-Nara yang sebelumnya sudah yakin akan menang besar sehingga tidak sempat datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.

"Biasalah, karena kesibukan dan yakin Foke-Nara menang besar, maka mereka tidak datang memilih. Tetapi saat ini sudah diarahkan agar menggunakan hak pilihnya pada putaran dua," ujarnya.

Ia mengatakan, Partai Demokrat siap memenangkan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta yang diusungnya, Foke-Nara. Partai Demokrat telah mempersiapkan strategi dalam menghadapi pemilihan kepala daerah pilgub DKI Jakarta putaran II pada 20 September mendatang.

Sebagai pengusung utama pasangan Foke-Nara, kata Suardhika, Demokrat masih belum menentukan sikap akan berkoalisi dengan kandidat atau pun partai politik (parpol) lain.

"Salah satu alasannya, Demokrat masih menunggu hasil perhitungan resmi Pilkada putaran I dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta pada 20 Juli mendatang," katanya.

Suardhika mengakui bahwa pilgub DKI Jakarta adalah sebuah fenomena menarik, karena ada pasangan independen yang mampu mengalahkan usungan Golkar.

"Kehadiran Jokowi sebagai cagub DKI Jakarta yang bukan warga Jakarta juga menjadi fenomena menarik karena mampu mengungguli calon incumbent pada putaran pertama. tetapi kami yakin dan optimis bisa memenangkan Foke-Nara pada putaran kedua," katanya. (ANT299)