Senin, 28 Juli 2014

Pemain Persema batal laporkan manajemen ke FIFA

Senin, 16 Juli 2012 07:17 WIB | 2.927 Views
Pemain Persema batal laporkan manajemen ke FIFA
Foto dokumentasi sejumlah pesepakbola Persema Malang sedang berlatih di Stadion Gajayana, Malang (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)
Malang (ANTARA News) - Pemain Persema membatalkan rencana  melaporkan manajemen dan konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI) ke FIFA setelah manajemen menunjukkan itikad baik penyelesaian gaji.

Kapten Persema Bima Sakti, Senin, mengakui manajemen sudah berupaya dengan susah payah memperjuangkan hak pemain ke konsorsium, meski sampai saat ini belum ada hasilnya karena konsorsium juga sedang dilanda krisis finansial.

"Masalah gaji ini kami serahkan dan kami percayakan sepenuhnya pada manajemen dan kami tidak jadi melaporkan manajemen maupun konsorsium ke FIFA. Kami tunggu saja sampai gaji dan hak-hak kami dipenuhi," tegasnya.

Para pemain, lanjutnya, khawatir persoalan akan semakin rumit jika melaporkan masalah tersebut ke FIFA, sehingga sampai sekarang pemain tidak melakukan apa-apa kecuali menunggu dengan pasrah.

Yang jelas, tegasnya, tugasnya sebagai pemain sudah selesai seiring dengan tuntasnya kompetisi LPI 2011-2012. "Saya yakin konsorsium akan tetap bertanggung jawab atas kewajiban-kewajiban yang belum diselesaikan dengan pemain maupun pelatih," tandasnya.

Manajer Persema Asmuri menyayangkan melemahnya sikap pemain yang sebelumnya menggebu-gebu ingin melaporkan masalah tersebut ke FIFA, sebab itu adalah hak pemain. Apalagi, konsorsium telah menyalahi komitmen kontrak dengan pemain maupun pelatih.

"Sebenarnya saya memberikan dukungan penuh jika pemain melapor ke FIFA agar menjadi `shock therapy` bagi konsorsium dan ke depan konsorsium bisa lebih bertanggung jawab dengan komitmen dan kontrak dengan pemain, pelatih maupun manajemen," tegas mantan anggota DPRD Kota Malang tesrebut.

Manajemen Persema masih punya tanggungan pembayaran gaji pemain selama empat bulan serta bonus kemenangan mulai Januari hingga Juni.

(E009)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca