Sabtu, 20 September 2014

Ilmuwan temukan kerangka kerabat manusia

Senin, 16 Juli 2012 12:13 WIB | 5.249 Views
Ilmuwan temukan kerangka kerabat manusia
Justin Mukanku dari Witwatersrand Institute of Human Evolution yang pertama melihat gigi sediba mencuat dari batu.(www.wits.ac.za)
Jakarta (ANTARA News) - Ilmuwan menemukan kerangka kerabat manusia berusia sekitar dua juta tahun yang tersembunyi pada batu-batuan hasil penggalian dari sebuah situs arkeologi tiga tahun lalu.

Para peneliti di Afrika Selatan menyatakan batu yang berisi temuan arkeologi penting itu sebelumnya hanya teronggok di laboratorium sebelum seorang teknisi melihat sebuah gigi mencuat dari bagian belakang batu selebar tiga kaki pada Juni lalu.

"Saya mengangkat blok itu ke atas, dan menyadari ada gigi di sana," kata teknisi Justin Mukanku kepada kantor berita AFP.

Batu berisi kerangka hampir komplit yang disebut Karabo itu ditemukan tahun 2008 di situs penggalian tertua di dunia, Cradle of Humankind, di bagian utara Johannesburg.

Para ilmuwan menemukan sisa tulang hominid muda Australopithecus jenis sediba ketika memindai batu tersebut.

Menurut ahli paleontologi University of Witwatersrand di Johannesburg, Lee Berger, kerangka itu merupakan kerangka moyang manusia awal terlengkap yang pernah ditemukan.

"Kami telah menemukan bagian rahang dan beberapa bagian tubuh penting termasuk tulang paha, iga, tulang belakang, dan beberapa anggota tubuh lainnya. Beberapa diantaranya belum pernah ditemukan dalam keadaan selengkap ini dalam catatan temuan fosil manusia," kata Berger dalam pernyataan resmi universitas.

"Penemuan ini hampir pasti menjadikan Karabo sebagai kerangka nenek moyang awal manusia terlengkap yang pernah ditemukan. Kami sangat gembira karena sekarang memiliki beberapa kerangka lengkap meski terbungkus batu padat. Itu hari besar bagi kita semua sebagai tim," tambahnya

Para peneliti masih belum tahu apakah kerangka dengan lengan panjang serta otak dan ibu jari kecil itu merupakan nenek moyang langsung genus manusia, Homo, atau hanya kerabat dekat saja.

Para ilmuwan yakin Karabo berusia antara sembilan tahun sampai 13 tahun ketika kehidupan pemanjat pohon berbadan tegak berakhir.

Empat kerangka Australopithecus sediba lainnya juga ditemukan di Gua Malapa, yang berjarak 30 mil di bagian utara Johannesburg sejak 2008. Mereka diyakini jatuh ke dalam terowongan di gua dan mati.

(nta)


Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga